Selat Hormuz Ditutup, Pertamina Siap Cari Alternatif Sumber Impor Minyak

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) tengah mematangkan sumber alternatif impor minyak mentah untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Menyusul adanya eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) - Israel melawan Iran dan berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur utama perdagangan di Timur Tengah. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan, ada 19 persen pasokan minyak mentah Pertamina didatangkan melalui Selat Hormuz.

"Saat ini yang bisa kami sampaikan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah itu ada sekitar 19%, dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif maupun emergency," kata Baron, di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Meski begitu, dia belum bicara banyak mengenai negara sumber minyak mentah tersebut. Hanya saja, Pertamina tengah mematangkan beberapa pilihan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dari government (pemerintah) untuk bisa memenuhi kebutuhan energi nasional. Jadi alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut," tutur dia.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM. Pertamina memastikan pasokan BBM telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. "Jadi kalau alternatif sedang kami lihat dan upayakan. Tetapi seperti tadi disampaikan dalam presscon, untuk stok BBM Itu sudah kami siapkan sebelum kejadian ini," ujar Baron.

Matangkan Tata Kelola

Baron menegaskan lagi, tata kelola pengadaan minyak mentah maupun BBM dari luar negeri menjadi perhatian serius. Dia seakan tak mau gegabah melakukan pengadaan tersebut.

"Jadi saat ini untuk penyediaan energi Kami melakukan beberapa strategi yang strategi tersebut tentunya sedang berproses. Baik melalui pola yang ada dilakukan dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita kedepankan," jelas dia.

"Jadi untuk Ramadan dan Idulfitri sudah kami siapkan. Sehingga untuk masyarakat harap tenang, tetap bijak mempergunakan energi dan kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyeluruhkan energi ke seluruh masyarakat," imbuh Baron.

Dua Kapal Pertamina Ada di Selat Hormuz

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan terbaru dua kapal milik perusahaan yang berada di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman sekitar Selat Hormuz. Menyusul adanya penutupan Selat Hormuz imbas eskalasi konflik geopolitik di kawasan tersebut.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron membenarkan ada dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) di sekitar Selat Hormuz. Dua kapal lainnya berada di luar kawasan rawan

"Untuk di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada disana, mungkin ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz," kata Baron, di Graha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pastikan Keselamatan Awak Kapal

Dia mengatakan, perusahaan terus memantau perkembangan dan kondisi seluruh awak kapal. Termasuk, keamanan dari kapal milik PIS dalam pelayarannya.

"Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal Kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada disana," ucap dia.

Dia mencatat setidaknya ada 19 persen pasokan minyak mentah Pertamina berasal dari Timur Tengah. Jumlah ini didatangkan melalui jalur Selat Hormuz.

"Sampai dengan saat ini kondisi masih aman. Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak yang berada disana," sambung Baron.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |