Temuan Uang Palsu Turun, Cuma Ada 1 dari Sejuta

5 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah peredaran yang palsu terpantau menurun. Hal ini terlihat dari penemuan uang rupiah palsu yang juga turun dalam beberapa tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan jumlah penindakan uang rupiah palsu menurun sejak 2023 lalu.

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah temuan uang Rupiah palsu itu menunjukkan tren yang menurun," kata Ricky dalam konferensi pers pemusnahan uang rupiah palsu, di Kompleks Bank Indonesia (BI), Rabu (13/5/2026).

Catatan BI, pada 2023 lalu temuan uang palsu sebanyak 5 pieces per million (ppm). Artinya, ada 5 lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang yang beredar.

Jumlah itu terus menurun hingga mencekati angka 1 ppm di April 2026 lalu. Ricky menegaskan hal tersebut bisa tercapai berkat kolaborasi lintaspihak.

"Jadi, dari 5 ppm, piece per million atau 5 lembar dalam per 1 juta uang beredar, itu turun sekarang hingga mendekati 1, sampai tahun 2025. Jadi setiap 1 juta yang beredar, itu ditemukan satu uang palsu, itu luar biasa. Itu tidak lain adalah capaian ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur," jelas dia.

BI Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu

Bank Indonesia (BI) mulai memusnahkan uang rupiah palsu atas penindakan sejak 2017 lalu. Sebanyak 466.535 lembar uang palsu pun dimusnahkan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan jumlah uang palsu tersebut dikumpulkan sejak 2017 hingga November 2025 lalu. Ini didapat dari hasil penindakan maupun setoran perbankan setelah pengecekan keasliannya.

"Jumlahnya 466.535 lebar ini jumlah yang terakumulasi selama 5 tahun dari laporan masyarakat kemudian juga dari perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah atau PJPUR dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional," tutur Ricky dalam konferensi pers pemusnahan uang rupiah palsu, di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Tak Lagi Berbentuk Uang

Uang palsu akan dimusnahkan menggunakan mesin khusus untuk mengurai bentuknya agar tidak menjadi selayaknya uang kertas. Ini jadi bagian prosedur ketat penanganan yang rupiah palsu.

"Sehingga tidak lagi menyerupai uang. Jadi pemusnahan juga dilakukan sesuai dengan prosedur yang ketat memenuhi ketentuan yang berlaku," tegas dia.

Sementara itu, Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menegaskan telah menindak tegas pembuatan hingga penyimpanan uang palsu.

"Sepanjang tahun 2025 hingga bulan April 2026, rasio temuan uang palsu terus menurun. Dari 4 ppm pada tahun 2025 menjadi 1 ppm pada April 2026," ujar dia.

Ada Rupiah dan Dolar Palsu

Nunung juga menyampaikan, data BI dan Bareskrim Polri mencatat ada 252 laporan mengenai uang palsu yang masuk dalam periode 2025-2026. Dari angka tersebut didapat uang rupiah palsu hingga uang dolar palsu.

"Adapun pengungkapan kasus uang palsu oleh Bareskrim Polri dan Polda jajaran pada periode tahun 2025 sampai dengan 2026 sebanyak 252 laporan polisi," ucap dia.

"Dengan rincian, tersangka 1.241 orang bebek uang rupiah palsu sebanyak 137.005 lembar, serta barang bukti uang dolar palsu sebanyak 17.267 lembar," jelas Nunung.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |