Tepis Isu Negatif, Purbaya Yakinkan Investor Global Kekuatan Fiskal Indonesia

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali menarik perhatian investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta kebijakan yang kredibel membuat Indonesia disebut sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian global.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor besar di New York dan Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Meski sempat muncul keraguan akibat isu negatif terkait kondisi fiskal, investor pada akhirnya mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan terhadap Indonesia dapat diklarifikasi,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, investor pada dasarnya tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia, melainkan hanya ingin memastikan kondisi terkini. Setelah mendapat penjelasan, mereka dapat memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai tetap sejalan dengan prinsip ekonomi yang kuat.

“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa, dan karena mereka orang yang memahami, mereka dapat menerima bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan teori-teori ekonomi,” imbuhnya.

IMF Sebut Indonesia Titik Terang Ekonomi Dunia

Optimisme terhadap Indonesia juga datang dari Dana Moneter Internasional. Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyebut Indonesia sebagai salah satu “cahaya” bagi perekonomian global.

Penilaian ini didasarkan pada kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.

Indonesia dinilai berhasil menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menerapkan kebijakan yang adaptif di tengah tekanan global.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menyampaikan bahwa konsistensi kebijakan menjadi faktor utama yang diapresiasi investor global.

“IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal,” ujarnya.

Stabilitas Terjaga, Peluang Investasi Makin Besar

Bank Indonesia menegaskan bahwa ekonomi domestik tetap berada di jalur positif dengan pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta penyaluran kredit yang terus membaik.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik,” kata Anton.

Selain itu, bauran kebijakan yang diterapkan dinilai semakin terintegrasi, mulai dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan, hingga penguatan sistem pembayaran untuk mendukung digitalisasi ekonomi.

Ke depan, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, likuiditas, serta disiplin fiskal diyakini akan semakin memperkuat kepercayaan investor.

“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global,” pungkas Anton.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |