Warren Buffett Nilai Ketua The Fed Kevin Warsh Bakal Berupaya Raih Target Inflasi

1 day ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Warren Buffett menilai sosok Kevin Warsh adalah pilihan tepat sebagai ketua the Federal Researve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Rabu, (15/7/2026), Warsh menunjukkan prestasi selama pertemuan pertama sebagai ketua the Fed pada Juni 2026. Ia mempertahankan suku bunga tetap sambil menguraikan perubahan pendekatan bank sentral. Dalam kesaksian di Kongres pada Selasa, 14 Juli 2026, Warsh menjanjikan perubahan rezim dalam kebijakan the Fed dan berjanji mengatasi inflasi.

"Saya pikir dia akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tugas yang diberikan kepadanya, yaitu inflasi 2%, dan mempertahankan lapangan kerja maksimal," ujar Buffett dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Warsh mengambil alih kepemimpinan pada Mei setelah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump dan dikonfirmasi oleh Kongres. Pada Rabu, ia akan kembali ke Capitol untuk memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat.

"Dia peduli pada negara ini," kata Buffett.

"Saya rasa itu berlaku untuk banyak orang. Bukan berarti keputusan mereka selalu bagus, tetapi karena terkadang keputusan yang diambil sangat sulit,” ia menambahkan.

Mengutip Kitco, saat memberikan kesaksian pertama di hadapan Kongres pada Selasa pekan ini, Warsh menyajikan gambaran positif mengenai keadaan ekonomi, dan visi untuk kebijakan moneter berpusat pada stabilitas harga.

“Tujuan utama the Fed adalah untuk menerapkan kebijakan moneter yang tepat, atau sedekat mungkin dengan yang tepat,” kata Warsh kepada the Committee on Financial Services of the US House of Representatives AS.

“Itulah tujuan kami. Jika kami menerapkan kebijakan yang tepat, dan kami akan melakukannya, lonjakan inflasi lima tahun terakhir akan menjadi masa lalu,” ia menambahkan.

Ketua Fed mengatakan, meskipun fluktuasi harga bulanan tidak dapat dihindari, inflasi yang mendasari dalam jangka waktu yang lebih panjang sebagian besar ditentukan oleh kebijakan moneter.  Ia menambahkan, anggota FOMC tidak mentolerir inflasi yang terus-menerus tinggi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |