Indonesia Tak Kebal Perlambatan Global, Tapi Lebih Tangguh Dibanding Negara Lain

10 hours ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dinilai tidak kebal dari perlambatan ekonomi global, namun tetap menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia dan pasifik.

Hal ini tercermin dalam laporan terbaru Bank Dunia East Asia & Pacific Economic Update April 2026, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kawasan akan melambat pada 2026 sebelum kembali menguat pada 2027.

Dikutip dari laporan tersebut, Kamis (9/4/2026), Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan positif hingga beberapa tahun ke depan, meskipun mengikuti tren perlambatan yang terjadi secara global.

Bank Dunia mencatat, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.

Selain itu, investasi publik juga turut mendukung aktivitas ekonomi, meskipun investasi swasta masih menunjukkan kehati-hatian di tengah ketidakpastian global.

Kondisi ini mencerminkan bahwa struktur ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.

Ekspor Melambat

Di sisi lain, tekanan global tetap terasa, terutama dari sektor eksternal seperti perdagangan dan energi.

Bank Dunia mencatat bahwa ekspor Indonesia mulai mengalami perlambatan setelah sempat tumbuh pada 2025, seiring melemahnya permintaan global.

Selain itu, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik global juga berpotensi meningkatkan inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ruang kebijakan (policy space) yang relatif lebih baik dibanding beberapa negara lain di kawasan.

Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang cukup, stabilitas fiskal, serta kemampuan pemerintah dalam merespons guncangan ekonomi.

Pentingnya Reformasi Struktural

Meski tetap stabil, Bank Dunia menekankan pentingnya reformasi struktural untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Beberapa tantangan yang perlu diatasi antara lain masih terbatasnya investasi swasta, hambatan perdagangan non-tarif, serta perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur.

Selain itu, Indonesia juga dinilai perlu meningkatkan integrasi dalam rantai pasok global agar mampu mendorong ekspor dan daya saing industri.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memang tidak terlepas dari dampak perlambatan global.

Namun, dengan fondasi ekonomi yang relatif kuat, Indonesia masih memiliki peluang untuk tetap tumbuh stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |