Pertamina Menambah Penyaluran 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang

12 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung. Hal ini untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode libur panjang Kenaikan Isa Almasih Penambahan fakultatif tersebut disalurkan secara bertahap di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan tren konsumsi dan kebutuhan masyarakat selama masa libur panjang.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi, khususnya LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menuturkan, penambahan penyaluran dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG rumah tangga selama momentum libur panjang.

"Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung selama periode libur panjang ini. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah,” kata Roberth dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (16/5/2026).

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat merata dan tepat sasaran.

“LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Kami mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas agar subsidi energi lebih tepat sasaran,” ia menambahkan.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta agen dan pangkalan LPG untuk memastikan distribusi tambahan berjalan optimal selama masa libur panjang. Masyarakat dapat memperoleh informasi terkait layanan dan produk Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135.

Jaga Stok LPG 3 Kg, Pemerintah Alihkan Pasokan dari Industri ke Masyarakat

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mengalihkan pasokan LPG kepada sektor industri. Untuk menjaga stok LPG 3 kg di tengah masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, pihaknya tengah memburu pasokan LPG baik dari impor maupun produksi dalam negeri.

"LPG yang selama ini dijual ke industri juga diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg, yang dimana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).

Ditjen Migas Kementerian ESDM pun menginstruksikan kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran produksinya yang sebelumnya dijual untuk industri kepada Pertamina Patra Niaga.

"Kami memberikan prioritas, usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga, yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat," dia menambahkan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kilang-kilang di Tanah Air untuk menggenjot produksi LPG maupun BBM. Rizwi mencontohkan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina.

"Sebagai contoh untuk RDMP Balikpapan yang menghasilkan propylene, dimana harga produknya ini sebenarnya harganya lebih tinggi. Produk ini kemudian dikurangi produksinya dan bahan baku naphta-nya. Kemudian digeser untuk memperkaya produk LPG, untuk memperkuat pasokan LPG secara nasional," bebernya.

Konsumsi Nasional Terus Meningkat

Keputusan ini dikeluarkan lantaran kebutuhan LPG nasional tercatat terus meningkat hingga Februari 2026. Pada saat bersamaan, angka importasi LPG juga turut mengalami kenaikan.

Sesditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan, konsumsi LPG hingga Februari 2026 mengalami lonjakan sekitar 1.000 metrik ton (MT) per hari. Di sisi lain, impor LPG juga melambung lebih dari 3 persen.

"Untuk kebutuhan LPG nasional tercatat sebesar 25 ribu metrik ton per hari pada tahun 2025, dan sedikit naik menjadi 26 ribu MT pada 2026 hingga Februari akhir," ujar dia dalam rapat dengar pendapat yang sama.

"Pada tahun 2025 impor LPG mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan. Sementara itu, pada tahun 2026 hingga Februari ketergantungan impor LPG meningkat jadi 83,97 persen dari total kebutuhan," terang dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |