Prabowo: Seluruh Rakyat Indonesia adalah Pemegang Saham Kekayaan Bangsa

22 hours ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa seluruh masyarakat Indonesia merupakan pemegang saham dari kekayaan bangsa. Sejalan dengan prinsip ekonomi kekeluargaan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. 

Dalam rangka menegakkan UUD 1945 dan Pancasila, Prabowo mendorong penerapan ekonomi kekeluargaan. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh pengusaha untuk menjunjung Indonesia Incorporated. 

"Indonesia incorporated sebetulnya artinya adalah negara kekeluargaan. Jadi semua bangsa ini, satu korporasi. Artinya, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia," ujarnya dalam meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seperti disiarkan akun YouTube @SekretariatPresiden, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo menekankan, seluruh rakyat Indonesia berhak menikmati kekayaan milik bangsa. Di sisi lain, beberapa sosok terpilih yang menjadi pejabat negara wajib bertanggung jawab untuk memperjuangkan itu. 

"Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih. Malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia," seru Prabowo.

Prabowo turut  mendorong ekonomi nasional agar bisa dijalankan dengan asas kekeluargaan. Sesuai amanah yang tertera dalam Undang-Undang Dasar atau UUD 1945 Pasal 33.

"Kita ini negara kekeluargaan. Dalam Pasal 33 juga disebut bahwa perekonomian kita disusun atas asas kekeluargaan. Yang kaya harus narik yang miskin. Yang kuat bantu yang lemah," kata Prabowo pada kesempatan yang sama. 

Warga Dilayani Aparat dan Pejabat

RI 1 juga menyatakan, seluruh Warga Negara Indonesia dari berbagai tingkatan sosial dan ekonomi merupakan kelompok yang harus dilayani oleh para aparat hingga pejabat terpilih.  

"Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani adalah anak bangsa, nelayan adalah anak bangsa, semuanya. Para pemimpin, politisi, birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk memimpin semuanya," ungkapnya. 

"Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi adalah anak bangsa yang diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat. Diberi makan oleh rakyat, diberi sepatu oleh rakyat, diberi topi oleh rakyat, diberi pangkat oleh rakyat," dia menegaskan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |