Rupiah Sentuh 17.600, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

19 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menanggapi nilai tukar rupiah yang kian anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia menuturkan, pelemahan rupiah tidak langsung dirasakan oleh masyarakat di pedesaan. 

Ungkapan itu terlontar di sela acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan disiarkan secara virtual pada Sabtu (16/5/2026).

Mulanya, Prabowo yang tengah berorasi memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir pada kesempatan itu. RI 1 pun senang melihat reaksi Purbaya yang dianggap masih bisa tersenyum santai. 

"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah khawatir," kata Prabowo. 

Usai menyapa Purbaya, pembicaraan seketika langsung mengarah kepada nilai tukar rupiah yang kian melemah. Prabowo juga sembari bergurau dengan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka keluar negeri. Mbak Titiek pusing ini," ujar dia diikuti gelak tawa pendengar. 

Prabowo meyakini perekonomian nasional tetap akan kuat di tengah situasi global yang tak pasti. 

"Percaya, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya pada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," tegas dia. 

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga sempat menyentuh level Rp 17.612 per dolar AS pada Jumat, 15 Mei 2026.

Rupiah Melemah, Prabowo Tepis Spekulasi Indonesia Kolaps

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membantah Indonesia akan collapse atau jatuh dan chaos karena nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (AS) sedang anjlok saat ini.

Prabowo mengatakan anjloknya nilai tukar Rupiah tak berdampak kepada kehidupan masyarakat desa. Sebab, kata dia, masyarakat di desa tak menggunakan dolar dalam transaksi ekonomi sehari-hari.

"Sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," kata Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dia mengatakan bahwa stok pangan dan energi dalam negeri saat ini dalam kondisi aman. Bahkan, Prabowo mengungkapkan Indonesia dalam kondisi baik di saat banyak yang negara panik karena geopolitik dunia.

"Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.

Rupiah Jebol 17.500 terhadap Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan hingga menembus level 17.500 pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyebut, tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.

Meski demikian, Bank Indonesia memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi. Destry mengatakan, meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah. Konflik yang masih berlangsung dengan intensitas lebih tinggi memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian global.

"Conflict di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat sehingga mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global," kata Destry dalam keterangannya kepada Media, Selasa (12/5/2026).

Dia menuturkan, kondisi tersebut membuat investor cenderung mencari aset aman sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan dolar AS di dalam negeri yang meningkat secara musiman.

Pembayaran Utang dan Kebutuhan Haji Dorong Permintaan Dolar AS

Dari sisi domestik, kebutuhan valas meningkat seiring pembayaran utang luar negeri (ULN), pembagian dividen perusahaan, hingga kebutuhan masyarakat untuk ibadah haji. Kondisi tersebut membuat permintaan dolar AS di pasar domestik naik dalam beberapa waktu terakhir.

"Dari domestik, meningkatknya kebutuhan dollar secara musiman seperti pembayaran ULN dan pembayaran deviden serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dollar di pasar domestik," ujarnya.

Meski begitu, BI menilai, tekanan tersebut bersifat sementara atau musiman sehingga peluang penguatan rupiah masih terbuka setelah permintaan dolar mulai mereda.

BI Optimalkan Intervensi

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI menegaskan akan terus melakukan intervensi secara optimal di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non Deliverable Forward (NDF).

Selain itu, bank sentral juga mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter guna meredam volatilitas nilai tukar. Destry menambahkan, kepercayaan investor asing terhadap aset keuangan domestik masih cukup baik.

Hal itu tercermin dari masuknya aliran modal asing atau inflow ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) selama April 2026 yang mencapai Rp 61,6 triliun.

"BI juga melihat confidence investor asing di aset portfolio terus membaik yang tercermin dari masuknya inflow, khususnya ke Pasar SBN dan SRBI selama bulan April sebesar Rp 61,6 triliun," ujar dia.

Di sisi lain, ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik juga dinilai memadai. BI mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas pada akhir Maret mencapai 10,9% secara year to date (ytd). “BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya,” pungkas Destry.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |