Proyek Gas Raksasa North Hub Senilai Rp 211,48 Triliun Mulai Konstruksi

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - SKK Migas bersama konsorsium Searah yang terdiri dari Eni Indonesia dan Petronas resmi memulai pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari. Langkah ini ditandai dengan seremoni First Steel Cutting atau pemotongan baja perdana sebagai awal fase konstruksi proyek North Hub Development Project di Selat Makassar.

Proyek hulu migas yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$ 11,8 miliar atau setara Rp 211,48 triliun (kurs Rp 17.922 per dolar AS). Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 2,9 miliar atau setara Rp 51,97 triliun dialokasikan untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan North Hub diharapkan menjadi salah satu proyek utama yang menopang target produksi migas nasional pada 2030.

"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," kata Djoko dikutip dari laman SKK Migas, Sabtu (25/7/2026).

Menurut dia, dimulainya pembangunan FPSO menjadi tonggak penting karena menandai kesiapan proyek memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses perencanaan dan pengambilan keputusan investasi.

Buka 8.000 Lapangan Kerja

North Hub Development Project merupakan salah satu proyek pengembangan gas terbesar di Indonesia. Proyek ini mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem yang berada di wilayah laut dalam Cekungan Kutai.

Menariknya, North Hub menjadi proyek produksi migas pertama di Indonesia yang dikembangkan di wilayah ultra-deepwater atau laut ultra-dalam dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter.

Saat mulai beroperasi pada kuartal IV 2028, proyek tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 1.000 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 80.000 barel kondensat per hari (BCPD).

Djoko menilai investasi senilai US$ 11,8 miliar atau sekitar Rp 211,48 triliun menunjukkan sektor hulu migas Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor global. Selain memperkuat ketahanan energi, proyek tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang luas.

"North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas yang pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri. Pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.

Meningkatkan Daya Saing Industri

Perjalanan pengembangan North Hub berlangsung relatif cepat. Persetujuan Plan of Development (POD) I Kutai North Hub diperoleh pada Agustus 2024, sekitar 10 bulan setelah penemuan gas dari sumur eksplorasi Geng North-1.

Tahap Front-End Engineering Design (FEED) kemudian rampung pada Januari 2025, disusul Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Dengan dimulainya pemotongan baja perdana FPSO Bahtera Haluan Lestari, proyek kini resmi memasuki fase konstruksi.

Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, menegaskan pihaknya berkomitmen memenuhi target produksi perdana pada 2028. Menurut dia, pencapaian proyek hingga memasuki tahap konstruksi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pasokan energi yang andal bagi Indonesia.

SKK Migas juga menegaskan seluruh tahapan pembangunan akan dijalankan dengan prinsip On Time, On Budget, On Scope (OTOBOS), tata kelola yang baik (good governance), serta penerapan standar Health, Safety, and Environment (HSE) secara konsisten.

Pemerintah berharap North Hub menjadi salah satu proyek migas yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing industri nasional, menarik investasi baru, dan mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari serta gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |