Proyek Olah Sampah Jadi Listrik Mangkrak Imbas Aturan Berbelit

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengisahkan terhambatnya proyek pengolahan sampah jadi energi listrik (PSEL) hingga 11 tahun lamanya. Berbelitnya birokrasi menjadi salah satu hambatan yang dihadapi. 

Zulkifli mengatakan, hanya ada dua proyek sejenis PSEL dalam 11 tahun tadi. Itupun, satu proyek berjalan tidak optimal, dan satu lagi harus mangkrak. Penyebabnya, aturan yang terlalu panjang dan berbelit.

"Sampah ini enggak kelar-kelar, aturannya ruwet, sebelas tahun izin keluar cuma dua, sebelas tahun, Pak Rosan, cuma dua. Satu bisa jalan, yang satu enggak bisa jalan, yang jalan pun, Pak, batuk-batuk. Kadang-kadang jalan, kadang-kadang tidak, yang di Surabaya," ungkap Zulkifli dalam peresmian proyek PSEL di Bali, Rabu (8/7/2026).

Dia menerangkan, untuk membangun satu PSEL, harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, termasuk juga pemerintah daerah di tingkat provinsi, hingga kabupaten/kota. Belum lagi meminta izin ke pemerintah pusat, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Zulkifli menyebut panjangnya jalur ini membuat para pengusaha cukup kewalahan. "Sampai situ pengusahanya sudah stroke, Pak. Enggak kelar-kelar, Pak. Kalau selesai di situ, nanti minta izin lagi kepada Menteri ESDM. Menteri ESDM biasa ngurus batu bara, nikel, emas, sampah, enggak tahu kapan kelarnya," ucap dia.

Belum lagi, perlunya mengurus aspek subsidi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk mengurus dampal lingkungan, sebelum dilanjutkan membahas soal kontrak jual beli listrik hasil dari sampah dengan PT PLN (Persero). 

"Waduh, enggak tahu kapan kelar, Akhirnya, pendek kata, 11 tahun, cuma 2. Saudara-saudara, hampir semua bidang seperti ini," kata dia.

Zulkifli bersyukur, Presiden Prabowo Subianto memiliki ketegasan untuk memangkas panjangnya aturan dan birokrasi tadi untuk menyelesaikan masalah sampah. "Semua aturan begitu banyak, yang menghambat kita. Untung Presiden kita ini berani dan gagasan-gagasan beliau semua," tegasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |