APMF 2026 Ajak Industri Susun Blueprint Baru Consumer Engagement

15 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Pesatnya pertumbuhan creator economy, fragmentasi media digital, hingga perkembangan zaman dan teknologi telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan brand. Kampanye yang sebelumnya dapat bertahan berbulan-bulan kini berganti hanya dalam hitungan hari, sementara keputusan konsumen semakin dipengaruhi oleh beragam platform, komunitas, dan teknologi baru.

Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru bagi pelaku industri marketing dan komunikasi. Bukan lagi sekadar bagaimana menciptakan kampanye yang menarik perhatian, melainkan bagaimana membangun sistem dan strategi yang mampu menjaga relevansi brand di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat.

Menjawab tantangan tersebut, Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 akan kembali digelar pada 5-7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, mengangkat tema Blueprint the Beyond. Forum yang telah berlangsung sejak 2005 ini akan mempertemukan para pemimpin industri dari sektor brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif untuk bersama-sama merancang arah baru consumer engagement di kawasan Asia Pasifik.

Berbeda dengan konferensi marketing pada umumnya yang berfokus pada tren atau studi kasus, APMF 2026 mengajak para praktisi untuk melangkah lebih jauh: menyusun kerangka berpikir dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan industri dalam jangka panjang.

Chairman APMF Andi Sadha menuturkan tantangan industri saat ini sudah semakin berkembang. “Saat ini tidak kekurangan insight. Hampir setiap hari kita disuguhkan data baru, teknologi baru, dan tren baru. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah semua insight tersebut menjadi struktur pengambilan keputusan yang mampu membantu organisasi bergerak lebih cepat dan lebih adaptif," ujar Andi.

Teknologi seperti generative AI, programmatic commerce, serta berkembangnya ekosistem kreator telah mengubah pola interaksi antara brand dan konsumen secara fundamental. Dalam situasi tersebut, organisasi tidak cukup hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi perlu merancang ulang cara mereka membangun hubungan dengan pelanggan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, APMF 2026 menghadirkan empat pengalaman utama yang dirancang untuk mendorong lahirnya kolaborasi dan pengambilan keputusan strategis. Melalui Applied Intelligence Lab, peserta akan mengikuti kelas-kelas implementatif mengenai AI, commerce, intellectual property, hingga consumer perception. Sementara Conference Stage menghadirkan keynote dan diskusi bersama tokoh-tokoh berpengaruh di bidang marketing, teknologi, media, dan budaya.

Selain itu, peserta juga dapat mengeksplorasi berbagai inovasi melalui Innovation & Experience Showcase, yang mempertemukan solusi teknologi, platform, dan brand dalam format pengalaman langsung, serta mengikuti Leadership Gatherings, ruang diskusi tertutup yang dirancang untuk membangun kemitraan strategis lintas industri.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |