Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dibahas Menteri Bahlil

11 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih melakukan penghitungan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Dia akan mengumumkan setelah proses kajian selesai.

Diketahui, harga BBM Nonsubsidi biasanya disesuaikan setiap awal bulan. Penyesuaian harga mengacu pada perkembangan harga minyak dunia.

"Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian exercise ya. Exercise (selesai) sedikit lagi," kata Bahlil, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ketika ditanya mengenai waktu kepastiannya, Bahlil masih belum bisa mengungkapnya. Dia meminta setiap pihak untuk menunggu prosesnya selesai.

"Ya tunggu ya," singkatnya.

Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkap rencana adanya penyesuaian BBM Non Subsidi seperti Pertamax hingga Pertamina Dex. Penyesuaian juga disebut akan dibahas bersama dengan badan usaha penyalur.

Dikaji Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk jenis RON 92, RON 95, RON 98, serta solar seperti Pertamina Dex.

"Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise dan mudah-mudahan doakan agar betul-betul harga ICP bisa turun, itu akan jauh lebih baik lagi," ujar Bahlil di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan bersama badan usaha, baik milik negara seperti Pertamina maupun pihak swasta.

Pasokan LPG Aman

Bahlil juga memastikan kondisi pasokan LPG nasional sudah kembali stabil setelah sempat mengalami tekanan.

"Menyangkut LPG ini teman-teman media, saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," katanya.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat kapal pengangkut LPG tambahan juga akan tiba untuk memperkuat cadangan nasional.

Selain itu, pemerintah tidak lagi melakukan impor solar. Saat ini, impor energi hanya difokuskan pada bensin dengan kebutuhan sekitar 20 hingga 22 juta kiloliter.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |