Bos Danantara Buka-bukaan Alasan Garuda Indonesia Rugi Rp 5,42 Triliun pada 2025

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria buka suara mengenai membengkaknya kerugian yang dialami PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA. Beban operasional menjadi salah satu alasannya.

GIAA mencatatkan kerugian sebesar USD 319,39 juta atau setara Rp 5,42 triliun (asumsi kurs Rp 16.990) sepanjang 2025 lalu. Angka tersebut melonjak drastis dari USD 69,77 juta atau Rp 1,18 triliun di 2024. Dony mengamini, beban operasional menjadi salah satu alasan membengkaknya kerugian tersebut.

"Jadi dulu memang mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan pesawat mereka," kata Dony saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).

Dia mencatat banyak armada dalam grup Garuda Indonesia yang tidak bisa digunakan imbas kerusakan yang belum diperbaiki. Hal ini menjadi beban lagi bagi perusahaan

"Bayangkan teman-teman sekalian bahwa mereka punya pesawat, di-grounded semua, dan itu harus dibayar terus leasingnya, tapi tidak mendapatkan penghasilan. Inilah yang menyebabkan makanya kerugian tahun 2025 itu besar," tutur dia.

Dony mengungkapkan, perbaikan armada pesawat milik Garuda Indonesia juga tidak mudah. Mengingat adanya tantangan industri penerbangan global.

"Ternyata untuk mencari MRO untuk perbaikan itu tidak semudah itu juga. Beberapa engine kita, engine-engine kita masuk ke shop itu, itu juga masih belum dapat antrean," ujar Kepala Badan Pengaturan BUMN ini.

Kinerja Keuangan GIAA

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar USD 3,22 miliar, turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring fase konsolidasi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis. 

"Tidak dapat dipungkiri penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester I 2025 dimana jumlah unserviceable aircraft masih menunggu scheduled maintenance," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairuppan dalam keterangan resmi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |