Miliarder AS Akuisisi Klub Raksasa Prancis yang Tengah Terpuruk

9 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder asal Amerika Serikat (AS), Michele Kang, selangkah lagi resmi mengambil alih Olympique Lyonnais, salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Prancis. Jika proses akuisisi rampung, Kang akan menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang mengendalikan klub sepak bola putra papan atas di Eropa.

Dikutip dari inc.com, Jumat (26/6/2026), kesepakatan tersebut sekaligus menggambarkan betapa besar tantangan yang kini dihadapi Lyon. Klub yang pernah mendominasi Liga Prancis itu kini harus berjuang keluar dari tekanan finansial setelah bertahun-tahun dibayangi utang dan persoalan kepemilikan.

Melalui perusahaan akuisisinya, Olympe Bidco SAS, Michele Kang sepakat membeli hampir 88% saham Eagle Football Group, perusahaan induk Olympique Lyonnais yang tercatat di bursa saham, dengan nilai sekitar US$ 30 juta.

Tak hanya membeli saham, Kang juga berkomitmen menggelontorkan pendanaan baru hingga US$ 81 juta dalam dua musim ke depan. 

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya penyelamatan bagi Lyon yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami kesulitan keuangan.

Olympique Lyonnais pernah menikmati masa keemasan dengan meraih tujuh gelar Liga Prancis secara beruntun pada periode 2002 hingga 2008. Namun setelah itu, klub menghadapi berbagai masalah mulai dari beban utang, pengawasan regulator keuangan sepak bola Prancis, hingga pergantian kepemilikan.

Sebelumnya Lyon berada di bawah Eagle Football Holdings milik pengusaha Amerika Serikat, John Textor. Namun perusahaan tersebut mengalami masalah keuangan setelah Eagle Football Holdings Bidco masuk ke proses administrasi awal tahun ini.

Masalah Keuangan Lyon

Proses akuisisi Michele Kang dilakukan setelah administrator menyelenggarakan proses penjualan secara independen dan kompetitif.

Paket restrukturisasi yang disiapkan juga mencakup penghapusan utang subordinasi sekitar € 232,6 juta, penghapusan kewajiban Lyon kepada perusahaan afiliasi Eagle Football lainnya, serta penjadwalan ulang fasilitas pinjaman senior selama 18 bulan.

Pakar keuangan sepak bola dari University of Liverpool, Kieran Maguire, menilai harga akuisisi tersebut memang terlihat sangat murah.

"Dengan nilai US$ 30 juta, sekilas transaksi ini tampak seperti pembelian dengan harga yang sangat murah."

Namun menurutnya, valuasi rendah tersebut juga mencerminkan besarnya masalah keuangan Lyon dan melemahnya industri sepak bola Prancis, termasuk sulitnya mendapatkan kontrak hak siar yang mampu bersaing dengan liga-liga besar Eropa.

"Transaksi ini bukan hanya menjadi upaya penyelamatan, karena sulit membayangkan bagaimana Olympique Lyonnais bisa bertahan tanpa kesepakatan ini, tetapi juga merupakan pembelian dengan harga yang sangat menarik," kata Maguire.

Kiprah Michele Kang

Sebelum terjun ke dunia olahraga, Michele Kang dikenal sebagai pendiri Cognosante, perusahaan teknologi kesehatan yang melayani berbagai lembaga pemerintah Amerika Serikat sejak 2008. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi Accenture Federal Services pada 2024.

Belakangan, Kang mulai membangun portofolio di sepak bola putri melalui kepemilikan Washington Spirit, London City Lionesses, dan OL Lyonnes, tim putri Olympique Lyonnais.

Grup sepak bola putri miliknya, Kynisca, menegaskan tetap akan fokus mengembangkan sepak bola putri, sementara tim putra Olympique Lyonnais akan beroperasi secara terpisah.

Dalam pernyataannya, Michele Kang menegaskan bahwa sepak bola putri memiliki prospek bisnis yang besar dan bukan sekadar aktivitas sosial.

"Sepak bola putri tetap menjadi salah satu peluang pertumbuhan paling menjanjikan dalam industri olahraga global. Melalui Kynisca, kami berinvestasi pada para pelaku, klub, dan berbagai gagasan yang akan membantu membentuk masa depan olahraga ini."

Meski demikian, tantangan terbesarnya kini justru berada di Olympique Lyonnais. Kang harus memulihkan kondisi keuangan klub sekaligus mengembalikan prestasi di lapangan.

Harus Lolos Champions

Menurut Kieran Maguire, Lyon wajib kembali lolos ke Liga Champions UEFA karena kompetisi tersebut menjadi sumber utama pendapatan dari hak siar, penjualan tiket, dan sponsor.

"Tampil di kompetisi UEFA selain Liga Champions hanya menghasilkan keuntungan yang relatif kecil."

Apabila gagal bersaing di papan atas, Lyon diperkirakan akan terus mengalami kerugian operasional yang harus ditanggung pemilik baru. Risiko tersebut akan semakin besar apabila klub sampai terdegradasi.

Meski kesepakatan telah diumumkan, proses akuisisi masih menunggu persetujuan regulator keuangan sepak bola Prancis (DNCG) agar Lyon diizinkan tetap berlaga di Ligue 1 musim 2026-2027.

Seluruh proses penyelesaian transaksi ditargetkan rampung paling lambat 30 Juni. Setelah itu, Michele Kang juga diperkirakan akan meluncurkan penawaran wajib untuk membeli sisa saham Eagle Football Group dengan harga yang sama, paling lambat Oktober mendatang.

Usai transaksi selesai, Lyon akan keluar dari grup Eagle Bidco dan berganti nama menjadi Olympique Lyonnais Groupe S.A. Michele Kang akan tetap menjabat sebagai Chair sekaligus CEO grup, sementara Michael Gerlinger mempertahankan posisinya sebagai General Manager.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |