Catatan Celios Soal Penurunan Angka Kemiskinan versi BPS

19 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyoroti penurunan angka kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) masih menyisakan banyak persoalan metodologis.  Ia mengatakan, dengan rata-rata upah nasional sebesar Rp 3.329.095 per bulan per November 2025, satu orang bekerja dalam satu keluarga belum tentu cukup untuk keluar dari kemiskinan. Bahkan, median upah pekerja Indonesia hanya sekitar Rp 2,5 juta per bulan.

"Artinya, dalam satu keluarga harus ada minimal dua orang yang bekerja agar tidak tergolong miskin. Masalahnya, kalau dua orang tua bekerja, muncul biaya tambahan seperti pengasuhan anak yang tidak pernah benar-benar dihitung dalam garis kemiskinan,” jelasnya kepada Liputan6.com, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Nailul, kondisi tersebut menunjukkan ketidaksesuaian antara data pengeluaran yang digunakan untuk mengukur kemiskinan dengan realitas pendapatan masyarakat. Ia menyebut, ada fakta kemiskinan yang secara tidak langsung tertutupi oleh metode statistik.

Kritik serupa juga disampaikan terkait kondisi pekerja di sektor-sektor tertentu. Di sektor perdagangan, misalnya, terdapat sekitar 27,62 juta tenaga kerja dengan rata-rata gaji Rp2,9 juta per bulan. Sementara di sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, jumlah pekerja mencapai 12,07 juta orang dengan rata-rata gaji yang sama.

"Dengan penghasilan seperti itu, satu orang bekerja jelas tidak cukup untuk memenuhi standar hidup tidak miskin. Minimal harus ada dua orang yang bekerja dalam satu keluarga,” kata Nailul.

Ia juga menyoroti sektor pertanian yang menyerap sekitar 41,41 juta tenaga kerja. Rata-rata pendapatan bersih petani yang berusaha sendiri hanya sekitar Rp 1,71 juta per bulan. Angka tersebut masih menggunakan rata-rata, bukan median.

"Kalau petani saja harus dua orang bekerja untuk keluar dari garis kemiskinan, lalu bagaimana mungkin angka kemiskinan nasional hanya 23,36 juta orang? Angka ini sangat layak dipertanyakan keabsahannya,” tegas Nailul.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |