Top 3: Prabowo Kejar Target 82,3 Juta Penerima MBG hingga Akhir 2026

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan perluasan program makan bergizi gratis (MBG) hingga menjangkau 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026.

"Insyallah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” kata Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan virtual di Youtube Sekretariat Negara, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menegaskan, program MBG menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Program ini disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun.

"Kita sudah Sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta lebih penerima manfaat Di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, Ibu-ibu dan orang-orang tua,” ujarnya.

Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu-ibu, hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah menilai program ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata.

Menurut Presiden, penyediaan makanan bagi masyarakat bukan hanya soal bantuan sosial, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang. Ia menilai pemenuhan gizi yang baik akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat ke depan.

Artikel Prabowo Kejar Target 82,3 Juta Penerima MBG hingga Akhir 2026 menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Minggu, 8 Februari 2026. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (9/2/2026):

1. Prabowo Kejar Target 82,3 Juta Penerima MBG hingga Akhir 2026

Presiden Prabowo Subianto menargetkan perluasan program makan bergizi gratis (MBG) hingga menjangkau 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026.

"Insyallah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” kata Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan virtual di Youtube Sekretariat Negara, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan, program MBG menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Program ini disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun.

"Kita sudah Sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta lebih penerima manfaat Di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, Ibu-ibu dan orang-orang tua,” ujarnya.

Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu-ibu, hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah menilai program ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Jumlah Pekerja Banyak tapi Tetap Miskin, Begini Kata Ekonom

Lapangan pekerjaan masih terus dicari berbagai kelompok masyarakat termasuk pekerja yang sudah memiliki pekerjaan. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendi Menilet melihat belum banyaknya lapangan kerja yang berkualitas. Yusuf mengatakan, meski banyak lapangan kerja, tapi penyerapannya paling banyak dari sektor informal. Sehingga dinilai belum stabil memberikan pendapatan kepada pekerjanya.

"Soal lapangan kerja, saat ini penyerapan memang terjadi, tetapi mayoritas masih berada di sektor informal dengan produktivitas dan upah yang rendah," ungkap Yusuf saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (8/2/2026).

Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia tercatat sebanyak 7,35 juta orang per November 2025. Angka ini turun sekitar 0,11 persen dari Agustus 2025. Selain itu, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang bekerja mencapai 147,91 juta dari total 155,27 juta orang angkatan kerja.

Belum berkualitasnya lapangan kerja tadi tak begitu mengubah struktur sosial di masyarakat. Alhasil, masih banyak orang yang sudah bekerja tapi tetap miskin.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Menko Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di APEC 2026

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menghadiri Opening Remarks pada Opening Ceremony APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting atau ABAC Meeting I 2026. Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan ketahanan ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dibangun melalui kebijakan yang kuat dan kredibel yang dijalankan secara konsisten.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen (yoy), serta tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Hal ini menempatkan Indonesia dalam jajaran ekonomi dengan kinerja terbaik di antara negara-negara APEC.

"Indonesia tetap resilien, bukan karena kebetulan, tetapi karena kebijakan yang kuat dan kredibel yang terus dijalankan untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan selaras dengan agenda reformasi,” kata Menko Airlangga dalam Opening Ceremony APEC ABAC Meeting I 2026, di Jakarta, dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Minggu (8/2/2026).

Menko Airlangga menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi telah berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan menurun di angka 8,5 persen, tingkat pengangguran turun menjadi 4,9 persen.

Berita selengkapnya baca di sini 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |