Jumlah Pekerja Banyak tapi Tetap Miskin, Begini Kata Ekonom

20 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Lapangan pekerjaan masih terus dicari berbagai kelompok masyarakat termasuk pekerja yang sudah memiliki pekerjaan. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendi Menilet melihat belum banyaknya lapangan kerja yang berkualitas. Yusuf mengatakan, meski banyak lapangan kerja, tapi penyerapannya paling banyak dari sektor informal. Sehingga dinilai belum stabil memberikan pendapatan kepada pekerjanya.

"Soal lapangan kerja, saat ini penyerapan memang terjadi, tetapi mayoritas masih berada di sektor informal dengan produktivitas dan upah yang rendah," ungkap Yusuf saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (8/2/2026).

Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia tercatat sebanyak 7,35 juta orang per November 2025. Angka ini turun sekitar 0,11 persen dari Agustus 2025. Selain itu, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang bekerja mencapai 147,91 juta dari total 155,27 juta orang angkatan kerja.

Belum berkualitasnya lapangan kerja tadi tak begitu mengubah struktur sosial di masyarakat. Alhasil, masih banyak orang yang sudah bekerja tapi tetap miskin.

"Ini membuat pekerjaan belum sepenuhnya menjadi alat mobilitas sosial. Banyak orang bekerja, tetapi tetap miskin. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pekerjaan, melainkan menyediakan pekerjaan yang stabil, produktif, dan bernilai tambah agar pengurangan kemiskinan bisa berkelanjutan dan merata," tutur Yusuf.

Prabowo Sadar Rakyat Butuh Pekerjaan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto nampak jengkel terhadap demonstrasi yang berujung kerusuhan. Dia menyadari banyaknya protes mengenai kebutuhan lapangan pekerjaan.

Prabowo menyadari kebutuhan pekerjaan itu. Namun, dia menegaskan kalau pihak-pihak datang dengan protes, maka lapangan kerja itu tidak dapat dihadirkan.

"Kita semua paham rakyat kita butuh pekerjaan tapi kalau kita teriak-teriak kita mencela-mencela, menghardik-menghardik, gak akan tercipta," ungkap Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |