Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Bagaimana Kondisi Kru?

10 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) masih berupaya membebaskan dua kapal tanker miliknya yang tertahan di perairan Teluk Persia akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, hingga saat ini posisi kedua kapal belum mengalami perubahan. Perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk mencari solusi.

“Masih dengan posisi yang sama. Kami terus berkoordinasi dan konsultasi juga dengan pemangku kepentingan terkait, ya, termasuk Kementerian Luar Negeri,” ujar Arya dikutip dari Antara, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran, serta pihak lain yang turut membantu upaya pembebasan kapal.

Dua kapal yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang telah tertahan sejak awal Maret 2026 akibat situasi keamanan di kawasan yang memanas.

Upaya Diplomasi dan Pemantauan Intensif

Pertamina terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz yang dinilai sangat dinamis. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting perdagangan energi dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan komunikasi dengan awak kapal terus dilakukan guna menjamin keselamatan kru.

Selain itu, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan asuransi.

“Sehingga, apabila suasana atau situasi ini sudah memungkinkan, maka kapal tersebut kami harapkan bisa segera melewati Selat Hormuz,” ujar Baron.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Indonesia agar kapal dapat melintas dengan aman.

Negosiasi Masih Berlangsung, Kapal Belum Bergerak

Meski respons positif telah diterima, hingga kini belum ada kepastian kapan kedua kapal tanker tersebut dapat melanjutkan perjalanan.

Berdasarkan data dari situs pelacak kapal Vessel Finder, kedua kapal masih berada di kawasan Teluk Persia. Kapal Pertamina Pride terpantau berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sementara Gamsunoro berada di perairan dekat Dubai, Uni Emirat Arab.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa kapal-kapal yang tertahan masih harus melalui proses negosiasi dengan otoritas Iran.

Hal ini disebabkan kondisi keamanan di kawasan yang masih belum sepenuhnya stabil.

Situasi ini menunjukkan dampak nyata konflik geopolitik terhadap distribusi energi global, sekaligus menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |