Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Negosiasi

17 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah diplomasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan dua kapal Pertamina untuk sementara berada di lokasi yang lebih aman sambil menunggu proses negosiasi berlangsung.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).

Langkah negosiasi ini dilakukan di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi awak kapal tetap aman.

Ia juga menegaskan keberadaan dua kapal tanker tersebut tidak akan mengganggu ketahanan energi nasional.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” kata Bahlil.

Pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan berbagai alternatif pasokan energi, termasuk mencari sumber impor baru dari Amerika Serikat.

Selat Hormuz Jalur Penting Perdagangan Energi Dunia

Upaya pembebasan kapal tanker tersebut dilakukan bersamaan dengan langkah pemerintah mencari alternatif pasokan energi.

Hal ini menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global.

Sejumlah media Iran bahkan melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade penuh, ketegangan di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran pasar energi global.

Selat Hormuz diketahui menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak, atau sekitar 20 persen konsumsi minyak global, melewati jalur strategis tersebut.

Gangguan pada jalur ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap pasokan energi internasional.

Pertamina Pastikan Keamanan Awak Kapal

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kondisi kapal dan awaknya tetap aman.

Perusahaan melaporkan terdapat empat kapal Pertamina yang berada di kawasan Timur Tengah.

Kapal Gamsunoro saat ini sedang melakukan proses pemuatan (loading) di Khor al Zubair, Irak. Sementara itu, kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan loading dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.

Adapun kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sedangkan kapal PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan (discharge) di Oman.

Dua kapal yang masih berada di dalam area teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Ship Management serta Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.

Terus Dipantau

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kapal secara real time.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," ujar Vega.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan awak kapal serta kelancaran operasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |