Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi Usai Lebaran 2026, Ini Penyebabnya

10 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, penyebab kenaikan harga cabai rawit merah karena faktor cuaca. Kondisi cuaca menghambat proses panen cabai di tingkat petani.

Budi mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani untuk mengidentifikasi akar permasalahan itu. Hasilnya menunjukkan curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala utama dalam proses panen.

"Ya jadi problemnya kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya, problemnya memang cuaca, jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari kan pasti nggak bisa memanen. Itu memang yang cabai, cabai rawit merah,” ungkapnya usai peninjauan di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Untuk jenis cabai lainnya, situasi harga dan pasokan masih dalam kondisi normal.

Ia mencontohkan, harga cabai merah keriting panjang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan HET sebesar Rp 55.000 per kilogram, komoditas tersebut saat ini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram.

"Artinya, harga masih stabil dan dalam kondisi baik. Jadi secara umum tidak ada masalah, hanya cabai rawit merah yang terdampak,” ujar dia.

Menko Pangan dan Mendag Sidak Pasar Minggu, Harga Cabai Masih Rp 100 Ribu

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi langsung ke Pasar Minggu untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok setelah perayaan Idulfitri.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyampaikan bahwa secara umum stok pangan masih melimpah dan dalam kondisi aman. Ia menyebutkan bahwa berbagai komoditas utama seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran tersedia dalam jumlah cukup di pasaran.

"Persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100% ya, mungkin sudah 60-70% yang buka," ucapnya di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).

Terkait harga, Zulkifli Hasan menjelaskan, terjadi variasi di sejumlah komoditas. Beberapa harga mengalami penurunan, sementara yang lain sedikit mengalami kenaikan. Harga telur dilaporkan relatif stabil, sedangkan harga ayam mengalami kenaikan tipis.

Harga Cabai

Untuk komoditas cabai, terdapat perbedaan mencolok. Cabai merah keriting mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit merah sempat menembus kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram.

"Cabai merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia, karena pedas katanya, itu naik harganya," ujarnya.

"Cabai merah, iya yang kecil yang segini, itu yang paling mahal, iya itu tadi Rp100-an (Rp100.000-an) harganya," ia menambahkan.

Sementara itu, harga cabai lainnya tercatat sekitar Rp50.000 per kilogram di pasar. Pemerintah, lanjut Zulkifli Hasan, akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan secara rutin. Ia juga berencana melakukan kunjungan ke sejumlah daerah lain seperti Lampung dan Jawa Tengah dalam waktu dekat guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |