Harga Emas Hari Ini Diprediksi Melemah, Siap-siap Menuju USD 4.550

13 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Senin, 6 April 2026. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi kebijakan moneter global yang masih ketat menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan emas.

Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) mulai berkurang dalam jangka pendek. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, aliran dana global justru lebih banyak mengalir ke dolar AS.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Geraldo Kofit, dolar AS saat ini dinilai lebih unggul dibandingkan emas sebagai aset aman.

“Aliran dana global saat ini cenderung lebih banyak masuk ke dolar AS dibandingkan emas,” ungkapnya dalam riset yang dikutip pada Senin (6/4/2026).

Selain itu, kebijakan suku bunga dari bank sentral AS atau The Fed yang masih berada di level tinggi turut memberi tekanan tambahan. Dalam kondisi suku bunga tinggi, instrumen investasi berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.

“Kondisi ini membuat ruang penguatan emas menjadi terbatas, terutama selama dolar AS masih berada dalam tren menguat,” ujar Geraldo Kofit.

Sinyal Teknikal Tunjukkan Pelemahan

Dari sisi teknikal, pergerakan harga emas juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Harga emas dilaporkan gagal melanjutkan tren kenaikan dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan adanya tekanan jual di pasar.

Level resistance terlihat cukup kuat menahan kenaikan harga, sementara area support kini menjadi titik penting yang tengah diuji.

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support di kisaran USD 4.550. Jika tekanan berlanjut, harga bahkan berpeluang turun lebih dalam mendekati level USD 4.480.

Meski demikian, peluang rebound masih terbuka apabila terjadi perubahan sentimen pasar. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan terbatas di area USD 4.600 hingga USD 4.642.

Kendati ada potensi penguatan, pergerakan naik tersebut dinilai belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama yang masih cenderung melemah.

Investor Diminta Waspada

Secara keseluruhan, tekanan terhadap harga emas masih didominasi oleh faktor fundamental, terutama penguatan dolar AS dan kebijakan suku bunga tinggi global.

Selama kedua faktor tersebut belum berubah, arah pergerakan emas diperkirakan masih berada dalam tren melemah.

Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan data ekonomi global serta arah kebijakan bank sentral ke depan. Kedua faktor ini akan menjadi katalis utama yang menentukan pergerakan emas selanjutnya.

Jika sentimen global berubah, peluang penguatan emas tetap terbuka. Namun untuk saat ini, volatilitas pasar masih tinggi dan pergerakan harga cenderung fluktuatif.

Investor pun disarankan untuk tetap berhati-hati serta responsif terhadap dinamika pasar agar dapat mengantisipasi potensi risiko yang muncul.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |