Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp 63.160, Telur Rp 31.950 per Kg

16 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti komoditas cabai rawit merah tembus Rp 63.150 per kilogram (Kg) pada Senin, (27/7/2026) pukul 09.30 WIB. Sementara itu, telur ayam ras mencapai Rp 31.950 per kg dan bawang merah Rp 43.400 per kg.

Demikian harga pangan itu berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), Senin pekan ini.

Selain itu, harga pangan lain di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yakni harga bawang putih Rp 46.950 per kg. Selanjutnya harga cabai merah besar tembus Rp 57.550 per kg, cabai merah keriting Rp 64.100 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 45.950 per kg.

Kemudian beras kualitas bawah I di harga Rp 17.100 per kg, beras kualitas bawah II Rp 16.700 per kg. Lalu beras kualitas medium I Rp 18.300 per kg dan beras kualitas medium II di harga Rp 18.000 per kg.

Beras kualitas super I di harga Rp 19.200 per kg dan beras kualitas super II di Rp 18.650 per kg.

Sementara itu, daging ayam ras segar Rp 46.450 per kg, daging sapi kualitas I Rp 156.800 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 145.250 per kg.

Selanjutnya harga komoditas yaitu gula pasir kualitas premium Rp 23.000 per kg dan gula pasir lokal Rp 20.650 per kg. Di sisi lain, minyak goreng curah di harga Rp 21.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 26.350 per liter. Lalu minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 24.050 per liter.

Purbaya: Inflasi Juni 2026 Dipicu Harga BBM dan Pangan

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan inflasi Indonesia Juni 2026 akan mulai mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme tersebut didasarkan pada kenaikan harga yang saat ini lebih banyak dipicu oleh komoditas yang bersifat fluktuatif, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat.

Menurut Purbaya, harga komoditas yang bersifat musiman pada akhirnya akan kembali normal. Apalagi, harga minyak dunia saat ini mulai mengalami penurunan yang diperkirakan akan diikuti oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

"Tapi kan sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang," kata Purbaya dikutip Kamis (2/7/2026).

Ia juga menegaskan, kondisi inflasi saat ini belum mencerminkan adanya permintaan masyarakat yang terlalu tinggi. Hal itu terlihat dari inflasi inti (core inflation) yang masih berada pada level relatif stabil.

"Basically begitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya masih relatif terkendali," ujarnya. 

Kenaikan Harga Hanya Sementara

Purbaya menilai, stabilnya inflasi inti menjadi sinyal bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara dan tidak berasal dari sisi permintaan.

"Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," kata Purbaya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat inflasi 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Kenaikan harga bensin menjadi kontributor utama kelompok tersebut dengan andil 0,21 persen, disusul tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen dan pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |