Kurs Dolar Hari Ini: Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Global

17 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi di Jakarta. Rupiah naik 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 16.861 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.868 per dolar AS.

Meski menguat, pergerakan rupiah dinilai masih terbatas dan cenderung fluktuatif di tengah dinamika global yang belum stabil.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu perkembangan situasi global.

"Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif dengan kecenderungan bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari dinamika global," ucapnya dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, penguatan pada sesi pembukaan lebih mencerminkan koreksi teknikal setelah sebelumnya rupiah sempat melemah.

Secara umum, rupiah masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang dipengaruhi sentimen eksternal yang cukup dominan.

Konflik Timur Tengah dan The Fed Tekan Kurs Dolar

Dari sisi global, eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan risk aversion di pasar keuangan. Kondisi ini mendorong pelaku pasar memburu aset safe haven seperti dolar AS dan emas.

Selain itu, ekspektasi bahwa suku bunga The Fed masih akan bertahan di level relatif ketat turut menopang penguatan dolar AS secara luas.

"Kombinasi faktor tersebut menjadi tekanan eksternal yang membatasi ruang penguatan rupiah, meskipun pada sesi pembukaan terlihat adanya technical rebound," ujar Taufan.

Artinya, meskipun kurs dolar sempat terkoreksi tipis sehingga memberi ruang penguatan bagi rupiah, tekanan global masih berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut.

Fundamental Domestik Jadi Penopang Rupiah

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Inflasi yang relatif terkendali serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar menjadi bantalan terhadap gejolak eksternal.

Menurut Taufan, penguatan rupiah saat ini lebih dipicu oleh faktor penyesuaian pasar dan aksi ambil untung pada dolar AS.

"Penguatan rupiah di tengah konflik Timur Tengah lebih disebabkan oleh faktor penyesuaian pasar (market adjustment) dan aksi ambil untung (profit taking) pada dolar AS setelah penguatan sebelumnya," ungkap Taufan.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan kurs dolar terhadap rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih akan bergerak dinamis mengikuti sentimen global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |