Maruarar Sirait Yakin SLIK dan Kredit Perumahan Putus Rantai Rentenir

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meyakini praktik rentenir di Indonesia dapat ditekan secara signifikan melalui penguatan akses pembiayaan formal. Salah satu upaya yang sedang didorong pemerintah adalah optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dibarengi dengan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Menteri yang akrab disapa Ara ini mengatakan, kemudahan akses kredit dengan bunga rendah akan mengurangi ketergantungan masyarakat maupun pelaku usaha terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas pembiayaan yang lebih terjangkau bagi sektor perumahan.

"Dengan langkah ini, harusnya tidak ada lagi kesempatan bagi rentenir untuk hidup di Indonesia," kata Menteri Ara dalam sambutannya di acara Launching Optimalisasi SLIK di Menara Radius Prawiro (MRP) OJK, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ara menjelaskan bahwa KUR Perumahan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat umum, tetapi juga menyasar pelaku UMKM yang bergerak di sektor perumahan, seperti pengembang, kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan. Kelompok ini bisa memperoleh subsidi bunga sebesar 5 persen dengan plafon pembiayaan mencapai Rp 5 miliar dan fasilitas revolving hingga Rp 20 miliar.

Sementara itu, UMKM dari berbagai sektor usaha lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan sebagai penunjang kegiatan usaha. Skema tersebut menawarkan suku bunga sebesar 6 persen dengan plafon kredit hingga Rp 500 juta.

Ia menilai Indonesia seharusnya mampu menghapus praktik rentenir apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja sama memperluas akses pembiayaan resmi. Ia pun meminta OJK terus menghadirkan kebijakan yang membuat masyarakat semakin mudah memperoleh kredit dari lembaga keuangan formal.

"Masa bangsa sebesar ini tidak bisa mengalahkan rentenir? Malu kita. Bangsa sebesar ini dengan begitu banyak orang pintar, dengan begitu banyak kewenangan yang diberikan, berpuluh-puluh tahun tidak bisa mengalahkan rentenir,” ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |