Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir Tahun

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Dia memastikan APBN masih bisa menambal meskipun ada kenaikan beban subsidi.

Purbaya menyebut telah melakukan simulasi ketika ada kenaikan harga minyak mentah dunia. Sehingga beban subsidi BBM juga turut naik. Hitungannya, APBN tetap mampu menambal peningkatan beban subsidi meski harga minyak dunia tembus USD 100 per barel.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya Pak ya? Dengan asumsi harga minyak 100 dolar per barrel sampai akhir tahun sudah dihitung, rata-rata ya sudah dihitung," ungkap Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

Atas jaminan tersebut, Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir akan kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 ini.

"Untuk yang bersubsidi ya, kalau yang non-subsidi kan bukan hitungan kita ya, saya enggak ada di anggaran juga. Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat di luar enggak usah ribut, enggak usah takut, kita sudah hitung," tutur dia.

Hal ini juga membantah isu kenaikan harga BBM akan terjadi dalam waktu tidak terlalu lama. Termasuk anggapan kalau anggaran negara tidak mampu menambal beban subsidi BBM.

"Jadi yang saya takut itu, karena ada beredar yang bilang 2 bulan sudah habis, 2 minggu sudah habis. Paling bulan Juli naik, nanti bulan Juli ada huru-hara. Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata 100 dolar (per barel)," katanya.

"Artinya nanti ada yang di atas USD 100 dalam prioritas tentu, kita masih kuat. Dengan existing anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi, buffer yang saya bilang tadi Pak. Bantal yang saya bilang tadi," imbuh Purbaya.

Bantah Isu APBN Habis

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal habis dalam dua minggu. Dia memastikan pula APBN tetap kuat meski ada tekanan dari harga minyak dunia dan membebani subsidi BBM.

Dia mengakui mendengar isu kalau APBN akan habis dalam waktu yang tidak lama. Bahkan, menurutnya, hal itu dibunyikan sendiri oleh pihak dari internal Kementerian Keuangan.

"Kalau dengan BBM enggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang yang bilang, katanya uang saya tinggal 2 minggu aja sudah habis," kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

"Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari orang Kementerian Keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal yang Menterinya saya. Jadi saya agak bingung," sambungnya.

Sudah Simulasi

Dia mengatakan telah melakukan simulasi dengan berbagai kemungkinan kenaikan harga minyak mentah dunia. Termasuk jika harga minyak dunia naik tembus di atas USD 100 per barel. Simulasi ini untuk mengukur mitigasi yang disiapkan pemerintah.

"Kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dolar rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu, (defisit) anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata USD 100, aman," ungkapnya.

Purbaya menegaskan lagi kalau Kementerian Keuangan memiliki dana yang cukup. "Terus kalau ada orang yang bilang Purbaya enggak punya uang, Menteri Keuangan enggak punya uang, kita dari desain anggaran aja masih di bawah 3%," tegasnya.

Punya Dana Saldo Anggaran Lebih

Bendahara Negara ini mengatakan, pemerintah punya dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang bisa digunakan untuk menambal tambahan beban subsidi.

"Saya masih punya SAL, sekarang meningkat rupanya Pak Dolfie, saya juga enggak ngerti, harusnya dihabisin nggak bisa habis rupanya, ke Rp 420 triliun, itu merupakan bantalan tersendiri. Kalau kita diperlukan, kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya enggak terkendali," tutur dia.

Jika itu diperlukan nantinya, Purbaya akan menghadap lagi ke Komisi XI DPR untuk meminta persetujuan penggunaan anggaran negara. "Nanti juga Pak Menteri ESDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batu bara di pasar dunia," sebutnya.

"Jadi masyarakat enggak usah khawatir, kita sudah hitung dengan exercise seperti itu. Kalau kepepet masih ada yang lain, kalau kepepet masih ada. Jadi pertahanan kita berlapis-lapis," tandas Purbaya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |