Mentan: Awas Mafia Gentayangan, Jangan Percaya Oknum Bisa Atur Proyek

1 day ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mewanti-wanti pihak yang terlibat dalam sektor pertanian. Dia meminta masyarakat waspada terhadap gerak-gerik mafia dalam lingkup Kementerian Pertanian.

Dia menyadari mafia pangan masih kerap memainkan perannya. Apalagi, Kementerian Pertanian memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengejar program prioritas sektor pertanian.

"Ini supaya seluruh masyarakat yang ada hubungannya dengan pertanian waspada berhati-hati terhadap mafia yang gentayangan di mana-mana, di mana pertanian sekarang anggarannya cukup besar," kata Amran di kediamannya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dia mengungkapkan telah memecat satu oknum aparatus sipil negara (ASN) Kementerian Pertanian nakal. Kemudian, dia juga tengah mengejar oknum yang menjanjikan proyek di lingkup Kementan.

Amran mengingatkan tidak ada pihak yang mampu menjamin bisa mendapat proyek di lingkup Kementerian Pertanian. Seluruh proyek pengadaan dilakukan melalui sistem yang sudah diatur.

"Kami mohon kalau ada mengatasnamakan Kementerian jangan percaya bahwa di sana bisa diatur dan seterusnya," sebutnya.

Amran Kejar Oknum

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengendus ada oknum yang menjanjikan proyek kepada pihak lain di lingkup Kementerian Pertanian. Ada dua orang yang kini diburu olehnya.

Amran mengatakan, telah menemukan satu oknum yang mengaku bagian dari Kementan. Oknum itu menagih uang senilai Rp 300 juta kepada orang lain dengan iming-iming jaminan proyek.

"Mungkin apakah ini juga dikategorikan mafia karena dia mengatasnamakan kementerian pertanian meminta uang pada orang, yang ditemukan satu orang Rp 300 juta. Itu nama yang menerima adalah inisialnya H, yang memberikan adalah R, dan dijanjikan proyek di Pertanian," ungkap Amran di kediamannya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Janjikan Proyek

Dia menjelaskan, dua orang ini bukan pegawai Kementan. Namun, salah satunya mengaku memiliki koneksi untuk memuluskan proyek yang terkait Kementan.

"Dia swasta, menganggap bahwa dia punya beking di Pertanian, punya jaringan di Pertanian bisa memenangkan proyek. Ternyata itu tidak terjadi proyek," ucapnya.

Amran memastikan, tidak ada oknum yang berhasil mampu menjamin pemberian proyek Kementan ke pihak lain. Dia juga memastikan akan memecat pegawainya jika ketahuan terlibat.

"Karena di Pertanian kalau kami temukan aku pastikan jabatannya berakhir. Jadi tidak mampu tembus mungkin dulu pernah bermain main tapi sudah dua-tiga kita temukan semua tidak ada yang tembus menjanjikan proyek bahwa dia punya jaringan khusus ke Kementerian Pertanian," jelas dia.

Minta Polisi Kejar

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini juga meminta aparat kepolisian menelusuri orang-orang tersebut. Dia meminta dua oknum itu dipidana.

"Nah ini sementara didalami dan aku minta yang memberi dan yang diberi kalau bisa dihukum dua-duanya, dipidana dua-duanya," tegas dia.

"Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya kalau ada yang terlibat di Pertanian aku pastikan aku pecat. Enggak ada lagi waktu, enggak ada lagi ruang untuk menasihati, memberi peringatan," sambungnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |