Pemberdayaan BRI Bantu Desa Tompobulu Kembangkan Potensi Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

5 hours ago 7

Liputan6.com, Balocci, - Berawal dari desa berbasis pertanian di wilayah perbukitan Sulawesi Selatan, Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, kini berkembang menjadi salah satu desa wisata yang adaptif dan berdaya saing. Transformasi itu dapat terwujud karena desa mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Desa Tompobulu dikenal memiliki kekayaan kuliner tradisional, salah satunya saraba daun kelor yang berbahan dasar jahe dan daun kelor. Seiring berjalannya waktu, potensi tersebut tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Di saat yang sama, sektor pariwisata mulai tumbuh sebagai motor penggerak baru bagi perekonomian desa.

Perkembangan tersebut sejalan dengan berbagai capaian yang diraih Desa Tompobulu dalam beberapa tahun terakhir. Desa ini berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun daerah, di antaranya menjadi juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), meraih penghargaan dalam Lomba Desa Pariwisata Kementerian Desa, hingga masuk dalam nominasi desa terbaik pada ajang Desa BRILiaN.

Kepala Desa Tompobulu Abdul Kadir Hakim mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa,” ujarnya.

Kedekatan masyarakat dengan layanan BRI menjadi salah satu faktor pendukung, mengingat sebagian besar warga merupakan pelaku UMKM serta penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan berkelanjutan yang mencakup penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan keuangan, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal.

Potensi Alam dan Kearifan Lokal Jadi Fondasi Ekonomi

Sejalan dengan itu, potensi pariwisata desa terus dikembangkan secara terintegrasi. Desa Tompobulu memiliki sejumlah destinasi yang tersebar baik di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, termasuk Puncak Pendagang Bulu Sarang di Dusun Bulu-Bulu yang berada di ketinggian 1.353 mdpl dan menjadi salah satu daya tarik unggulan.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Produk seperti saraba daun kelor kini telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi yang terus berkembang. Di sisi lain, usaha gula aren tetap mempertahankan proses produksi tradisional berbasis gotong royong, yang tidak hanya menjaga kualitas produk tetapi juga memperkuat nilai sosial di masyarakat.

Peran kelembagaan desa juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus mengembangkan berbagai unit usaha yang mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga pengembangan usaha produktif lainnya. Kehadiran BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |