Pertamina dan Kemenlu Koordinasi Bahas Teknis Pembebasan 2 Kapal dari Selat Hormuz

5 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Upaya diplomasi terus dilakukan terkait pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri dan PT Pertamina International Shipping (PIS) juga mulai membahas teknis pembebasan dua kapal tanker itu setelah upaya negosiasi Indonesia mendapatkan respons positif dari Iran.

"PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Pertamina Pride dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

Vega menuturkan, untuk saat ini, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia. Keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya menjadi prioritas bagi Pertamina.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ucap Vega.

Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas dukungan penuh dalam menangani situasi tersebut.

Sejak ditutupnya Selat Hormuz imbas peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, PIS telah berkoordinasi intensif dengan pihak Kemlu. Selain itu, pihak Kemlu juga secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.

“Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Vega.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menuturkan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl, 27 Maret 2026 dikutip dari Antara.

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, menurut Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |