Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Mei 2026

19 hours ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, (20/5/2026). Rupiah dibuka turun 37 poin atau 0,21% menjadi 17.743 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.706 per dolar AS.

Namun, rupiah berbalik arah menguat.Mengutip data RTI, pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 10.33 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat ke 17.705.

Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 di kisaran 17.700 hingga 17.750 per dolar AS.

"Mata uang rupiah (diprediksi) fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 17.700 - Rp 17.750 (pada Rabu 20 Mei 2026)," kata Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, kepada media, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menyebut tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Adapun pada perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.703 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat tertekan hingga 70 poin. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.680 per dolar AS.

"Pada perdagangan Selasa (19/5) mata uang rupiah ditutup melemah 35 point sebelumnya sempat melemah 70 point dilevel Rp 17.703 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.680," ujarnya.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar

Ibrahim menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran guna membuka peluang negosiasi untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut.

Trump mengatakan terdapat peluang besar bagi Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Iran terkait program nuklir Teheran. Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah pengumuman penundaan aksi militer demi memberi ruang perundingan.

Konflik di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Kondisi itu memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan suplai energi global.

"Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Senin mengkonfirmasi bahwa posisi Teheran telah disampaikan kepada AS melalui Pakistan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut," ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |