Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) naik tipis pada perdagangan Rabu, (15/4/2026). Nilai tukar rupiah bertambah empat poin atau 0,02% menjadi 17.123 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di posisi 17.127 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menuturkan, rupiah menguat dipengaruhi harapan negosiasi antara Iran dengan AS.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp 17.070 - Rp 17.120 dipengaruhi oleh harapan ruang negosiasi kedua antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak turun dan indeks dolar melemah,” ujar dia dikutip dari Antara.
Laporan Sputnik mengungkapkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance kemungkinan akan memimpin lagi delegasi AS dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran apabila dilaksanakan nantinya. Presiden AS Donald Trump mengatakan, putaran berikutnya dari negosiasi antara Washington dan Teheran dapat berlangsung dalam dua hari ke depan di Pakistan.
Sebelumnya, perundingan telah diadakan di ibu kota Pakistan, Islamabad, selama akhir pekan lalu untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, tetapi kesepakatan belum berhasil dicapai. Upaya untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya sedang berlangsung.
"Negosiasi kedua belum tentu menjamin titik kesepakatan namun harapan harga minyak turun masih akan tetap terjaga,” ujar dia.
Melihat sentimen domestik, permintaan lelang obligasi disebut memberikan harapan penurunan yield obligasi dan pembiayaan utang pemerintah.
"Permintaan obligasi pemerintah pada lelang kemarin naik 34 persen yang disumbang terutama dari tenor menengah yang mencapai Rp 42 triliun dan mendorong yield turun 20 hingga 30 bps (basis points), namun beban pembayaran bunga utang masih tinggi terhadap APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara),” kata Rully.
Rupiah Kembali Melemah Selasa 14 April 2026, Investor Cenderung Hati-hati
Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (14/4/2026) sore . Rupiah tercatat turun 22 poin ke level Rp 17.127 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.105 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam hingga melemah 50 poin sebelum akhirnya memangkas pelemahan menjelang penutupan pasar.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 22 poin sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp 17.127 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.105," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Selasa (14/4/2026).
Ia menilai pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan akibat sentimen pasar yang cenderung berhati-hati. Meski demikian, rupiah mampu mengurangi pelemahannya di akhir sesi perdagangan.
Menurut dia, dinamika global dan faktor eksternal masih menjadi pengaruh utama terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Ia menjelaskan, adanya tanda-tanda potensi dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi, khususnya terkait blokade AS di Selat Hormuz.
NATO Pilih Tak Ikut Campur
Militer AS sebelumnya menyatakan, blokade di Selat Hormuz akan diperluas hingga Teluk Oman dan Laut Arab. Data pelacakan kapal juga menunjukkan adanya kapal yang berbalik arah saat kebijakan tersebut mulai berlaku.
"Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk setelah runtuhnya pembicaraan akhir pekan di Islamabad yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis tersebut," ujarnya.
Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut dialog antara Iran dan AS masih berlangsung.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya terus dilakukan untuk meredakan ketegangan. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa Iran "ingin membuat kesepakatan".
Di sisi lain, sekutu NATO seperti Inggris dan Prancis memilih tidak ikut dalam blokade tersebut dan justru mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan harga minyak berpotensi mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan, seiring normalisasi pengiriman melalui Selat Hormuz.
"Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional mendesak negara-negara untuk menghindari penimbunan pasokan energi atau memberlakukan pembatasan ekspor di tengah apa yang mereka gambarkan sebagai guncangan paling signifikan yang pernah terjadi di pasar energi global," ujarnya.
Faktor Internal
Di tengah mandeknya negosiasi antara AS dan Iran, pelaku usaha cenderung menahan ekspansi besar yang bersifat padat modal. Fokus bisnis saat ini lebih diarahkan pada efisiensi dan optimalisasi operasional.
Investasi pun mulai bergeser ke sektor yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak, seperti pangan, energi, dan digital.
"Sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan ekspansi antara lain ketidakpastian geopolitik global, volatilitas harga energi dan logistik, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, melemahnya permintaan global, serta biaya pembiayaan yang relatif tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada perhitungan risiko dan imbal hasil investasi," jelasnya.
Dari sisi penjualan, kinerja masih cenderung stagnan dalam jangka pendek. Namun, terdapat potensi perbaikan pada semester II 2026, selama tidak terjadi eskalasi lanjutan konflik global.
Konsumsi domestik dinilai tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, meski daya beli masyarakat perlu terus dijaga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556635/original/099437700_1776266731-35415c05-f194-48de-9d29-b4ec115c1a8a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556630/original/068470200_1776265636-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_10.04.01_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5292912/original/064853800_1753269843-1000071138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556533/original/090891800_1776251102-Andi_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556449/original/088197300_1776247096-1000290305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551638/original/030326000_1775732081-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2439239/original/004031600_1542966203-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556085/original/075940400_1776231291-WhatsApp_Image_2026-04-14_at_23.11.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556065/original/081242900_1776230586-Kementerian_PANRB_menjajaki_kerja_sama_bilateral_dengan_Federasi_Rusia-15_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3464676/original/093645700_1621928371-20210525-Pabrik-Tahu-TALLO-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4776905/original/006239500_1710816232-WhatsApp_Image_2024-03-18_at_12.27.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4263614/original/025181100_1671187089-000_1KM96H.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375573/original/010378000_1538739775-20181005-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298774/original/002952500_1753771615-9b18e62c-4294-4429-a2d2-a22deca5fc68.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1406149/original/057518500_1479197496-20161115-Harga-emas-turun-Rp-2000gram-AY1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236697/original/069578600_1748516062-20250529-Harga_Pangan-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457831/original/061087900_1767059706-04b2abd5-8e52-4017-9f04-51667654d0cd.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721214/original/094318300_1705710833-fotor-ai-202401207334.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242618/original/081125200_1669641659-UMP_2023.jpg)