Strategi Pertamina Jaga Pasokan Energi di Sumatera Pasca Bencana

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah gangguan distribusi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peristiwa yang terjadi pada 25 November 2025 itu berdampak pada puluhan kabupaten dan kota serta menghambat jalur logistik darat, laut, hingga udara.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa kondisi bencana memengaruhi operasional penyaluran energi, namun perusahaan berupaya menjaga kesinambungan distribusi dengan berbagai langkah alternatif.

“Sebagaimana kita ketahui kita bisa melihat bahwa memang bencana yang menimpa tiga provinsi di Sumatera itu mempengaruhi operasi dari penyaluran energi di Aceh, di Sumatera Utara dan juga di Sumatera Barat. Tentunya kami di Pertamina berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan BBM dan juga LPG ke daerah-daerah tersebut meskipun tentunya distribusi terdampak akibat banjir,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2/2026).

Gangguan akses darat membuat mobil tangki dan distribusi LPG terhambat, sementara gelombang tinggi di laut menyulitkan proses sandar kapal pengangkut BBM. Di sisi lain, keterbatasan operasional udara turut memengaruhi pengiriman logistik pada masa darurat awal.

Pertamina kemudian mengoptimalkan penyaluran melalui skema multimoda dengan memanfaatkan jalur darat, laut, dan udara secara bergantian sesuai kondisi lapangan. Pemantauan distribusi juga diperkuat untuk memastikan prioritas pasokan tetap terjaga bagi masyarakat terdampak.

PPN Pasok Ratusan Ribu Gasoline dan Gasoil untuk Penerangan Genset di Aceh

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menyalurkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) berupa 145.600 liter gasoline dan 134.400 liter gasoil, serta pelumas secara berkala untuk mendukung operasional genset di sejumlah wilayah terdampak bencana meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Banda Aceh.

Pasokan BBM dipakai untuk menjaga keandalan genset agar dapat beroperasi secara aman dan optimal dalam mendukung proses pemulihan kelistrikan bagi masyarakat.

Serta bentuk dukungan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak bencana di Aceh melalui pengoperasian genset. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya pada kondisi darurat.

“Pertamina Patra Niaga mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana, termasuk melalui penyediaan BBM dan pelumas guna memastikan operasional genset berjalan dengan baik. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan energi agar proses pemulihan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Roberth.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran dukungan energi dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Klaster Distribusi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga menerapkan pembagian klaster distribusi guna memastikan penyaluran energi berjalan efektif di wilayah terdampak.

“Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga membagi wilayah penyaluran ke dalam dua klaster. Klaster Banda Aceh dan wilayah sekitarnya dipasok dari Terminal BBM Krueng Raya, sementara klaster Bener Meriah, Takengon, Aceh Tengah, serta wilayah sekitarnya dipasok dari Integrated Terminal Lhokseumawe,” jelas Fahrougi.

Melalui dukungan ini, Pertamina Patra Niaga berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih efektif, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan listrik yang menunjang aktivitas masyarakat dan layanan publik. Pertamina Patra Niaga akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan energi, termasuk pada situasi darurat dan bencana.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |