Bahlil Siap Tebar Insentif untuk Konversi Motor BBM ke Listrik

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan siap untuk memberikan insentif untuk program konversi motor BBM ke motor listrik. Melanjutkan program serupa yang sempat dicanangkan pada 2023 dengan kuota 50.000 unit.

Bahlil mengatakan, program konversi motor listrik ini jadi bagian dari strategi untuk mengalihkan kendaraan berbahan bakar fosil menuju baterai. Ini merupakan program jangka panjang untuk mengurangi penyebaran polusi.

Dalam mengalihkan penggunaan energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) atau energi hijau, Bahlil juga berjanji bakal memberikan semacam pemanis dalam program konversi motor listrik.

"Sudah barang tentu, negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Hanya saja, ia belum bisa membocorkan berapa kuota motor yang bakal mendapat subsidi tersebut. Keputusannya bakal dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

"Kita kan baru selesai Satgasnya baru dibentuk. Saya rapat satgas dulu baru saya laporkan ya," ujar Bahlil.

Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk memimpin satuan tugas (satgas) terkait transisi energi. Yang bertugas untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menuju motor listrik.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai melakukan rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026) lalu.

"Tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan transisi energi secara cepat. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ujarnya.

"Dan juga adalah percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," kata Bahlil.

Target Maksimal 3-4 Tahun

Bahlil mengatakan, Prabowo sangat berkeinginan agar program transisi energi dipercepat. "Insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," tegasnya.

Menurut dia, percepatan transisi energi juga bakal membantu pemerintah untuk lebih menghemat APBN. Utamanya dalam menggelontorkan subsidi energi yang kerap membuat belanja anggaran membengkak.

"Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita. Sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," tutur dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |