CEO Danantara: Outlook Moody’s Jadi Pengingat untuk Perkuat Reformasi

15 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pemeringkat Moody’s Ratings menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Danantara melihat penurunan prospek peringkat kredit ini menjadi masukan konstruktif untuk memperkokoh fondasi ekonomi.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan, dengan prospek peringkat terbaru dari Moody’s  ini menjadi landasan untuk penguatan dan reformasi dalam rangka pembangunan nasional.

"Danantara Indonesia mencermati revisi outlook terbaru Moody’s Ratings terkait Indonesia dalam konteks melakukan evaluasi berkelanjutan atas kebijakan serta penguatan kelembagaan perekonomian nasional," kata Rosan dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dia memandang hal ini sebagai pengingat yang konstruktif untuk terus memperkokoh fondasi institusi, menegaskan arah kebijakan, dan menjaga disiplin pelaksanaan sebagai kunci untuk mempertahankan kepercayaan serta stabilitas jangka panjang.

Rosan mengatakan, peringkat investment grade Indonesia tetap terjaga, merefleksikan kepercayaan terhadap ketahanan makroekonomi, disiplin fiskal, serta prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia.

"Penyesuaian outlook tersebut sekaligus menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan dan konsistensi kebijakan dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional," kata dia.

Fase Pembangunan Danantara

Rosan melanjutkan, sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang baru didirikan, Danantara Indonesia berada dalam fase pembangunan institusi. Hal ini melandaskan pada tata kelola yang kuat, proses investasi yang disiplin, serta manajemen risiko yang pruden sesuai praktik terbaik global.

"Landasan ini terus diperkuat secara bertahap untuk menjaga kredibilitas institusi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan menghasilkan kinerja yang berkesinambungan," ucapnya.

Dia mengungkapkan sejumlah prioritas fokus tata kelola Danantara. Pertama, pelaksanaan struktur pengambilan keputusan dan fungsi pengawasan di seluruh siklus investasi dan pengelolaan portofolio berstandar global.

Kedua, penerapan kerangka manajemen risiko yang terpadu. Ketiga, memastikan pelaksanaan investasi secara pruden dengan alokasi modal berbasis kelayakan komersial serta disiplin portofolio jangka panjang.

Keempat, peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola di seluruh portofolio BUMN. "Danantara Indonesia akan terus beroperasi secara profesional, akuntabel, dan transparan guna menjalankan peran kami sebagai pengelola aset negara yang kredibel bagi masa depan Indonesia," tandasnya.

Kata Menko Airlangga

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai Moody's Ratings yang menurunkan prospek kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil. Menurutnya pemerintah tetap konsisten menjaga perekonomian RI.

Menurutnya, Moody's tetap menempatkan Indonesia pada kategori investmen grade. Airlangga masih membutuhkan penjelasan soal outlook Moody's yang turun jadi negatif.

"Kalau Moody's kan dari segi ratingnya tetap investment grade, hanya Moody's bicara mengenai outlook. Outlook itu membutuhkan penjelasan.Karena pemerintah tetap konsisten bahwa budget defisit dipatok di 3% kemudian hutang di bawah 40%," ungkap Airlangga, ditemui usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan kalau nilai RI dari lembaga pemeringkat internasional masih positif.

"Dan dari segi investment, inilah. BBB, Fitch masih kasih investment grade. S&P, BBB investment grade. Moody's juga sebetulnya masih investment grade, Baa2, cuma dia kasih outlook negative. Nah outlook negative itu membutuhkan penjelasan," tutur dia.

Ada Danantara

Dia menjelaskan, ada perbedaan dimana saat ini investasi pemerintah digedor oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Biasanya, APBN aktif terlibat atau melalui BUMN menyasar investasi.

"Nah saat sekarang investasi dilakukan dengan Danantara, dan Danantara juga menjaga tata kelola yang baik, dan tata kelola yang baik dari Danantara itu bagian daripada transformasi BUMN menjadi Sovereign Wealth Fund dimana ini best practice-nya sudah ada dengan berbagai Sovereign Wealth Fund," jelas dia.

"Jadi saya sudah bicara dengan Danantara dimana mereka juga akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menjelaskan kepada rating agency," sambung Menko Airlangga.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |