Danantara Larang PGN Masuk Bisnis Hulu Gas

18 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria melarang PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menjalankan bisnis hulu gas. Tugasnya kini hanya fokus pada penyaluran gas pipa ke rumah tangga.

Dony mengatakan, hal itu sejalan dengan proses telaah yang dilakukannya. Model bisnis PGN, termasuk yang jadi tinjauan untuk dilakukan perubahan atau refocusing.

"Kita melakukan review terhadap bisnis model daripada PGN misalkan. PGN itu ke depan, mulai tahun ini sudah saya larang tidak main lagi di upstream. Mereka khusus main di midstream dan downstream," ucap Dony dalam Economic Outlook 2026, di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

"Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah. Karena itu kita akan trial mulai di Batam. Di Batam kita akan melakukan pipanisasi ke seluruh rumah gas," sambung Dony.

Dia menjelaskan, PGN khusus berbisnis dengan menyalurkan gas ke pelanggan, seperti rumah tangga. Sehingga di sektor hulu akan dikelola oleh BUMN atau perusahaan lain dengan offtaker-nya adalah PGN.

Langkah ini akan dibarengi dengan proses gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG dan mengurangi ketergantungan impor. "Kita gak bisa lagi bahwa perusahaan BUMN itu berpikirnya short term-short term. Nah karena itu, saya memutuskan untuk menutup fungsi daripada PGN itu, tidak boleh lagi main upstream," katanya.

"Upstreamnya itu silakan kepada banyak pemain yang bisa melakukan proses hulu di sisi gas, tapi offtake-nya adalah PGN. PGN nanti akan mendistribusikan gas-gasnya kepada seluruh rumah tangga," tambah Dony.

Groundbreaking 10 Proyek Hilirisasi

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan kembali memulai 10 proyek hilirisasi pekan depan. Ini memjadi kelanjutan 6 proyek yang sudah groundbreaking pekan lalu.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menuturkan ada 21 proyek hilirisasi yang digarap Danantara. Secara bertahap setiap proyeknya akan dimulai.

"Jadi ada 6 proyek yang kita selesaikan, yang sudah kita groundbreaking. Minggu depan kami akan groundbreaking lagi kurang lebih ada 10 proyek lagi," ungkap Dony dalam Economic Outlook 2026, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, ditulis Rabu (11/2/2026). 

Proyek Senilai Rp 500 Triliun

Dia mengatakan ada 21 proyek hilirisasi bernilai lebih dari Rp 500 triliun. Ini berada di berbagai sektor, dari energi hingga pangan. 6 proyek yang sebelumnya dimulai adalah hiliriasasi bauksit menjadi alumina di Mempawah, Kalimantan Barat hingga proyek bioetanol dan bioavtur.

"21 proyek yang akan kita lakukan dan kita akan groundbreaking di tahun 2026 dan itu dampaknya tentu signifikan yang kita harapkan nanti, pertama tentu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yang kedua tentu memberikan dampak lapangan pekerjaan yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

"Minggu lalu kita menyediakan groundbreaking 6 proyek hilirisasi kita. Di antaranya ada smelter bauksit Alumina di Mempawah, ada biofuel, bioaftur, ada bioethanol, kemudian ada poultry yang kita groundbreaking juga," sambung Dony.

6 Proyek Hilirisasi Sebelumnya

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk 6 proyek hilirisasi di berbagai daerah secara serentak, Jumat (6/2/2026).

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, keenam proyek hilirisasi itu tersebar di 13 daerah. Terdiri dari proyek di sektor energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.

Rosan menyampaikan, total nilai investasi yang dikeluarkan untuk seluruh proyek tersebut mencapai sekitar USD 7 miliar. Seluruh dana tersebut sepenuhnya berasal dari Danantara.

"Dengan 6 proyek ini akan kurang lebih investasinya kami itu mencapai USD 7 miliar, atau kurang lebih 110 triliun. Dan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 3000 lapangan pekerjaan," jelasnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Proyek-proyek tersebut digarap oleh sejumlah BUMN. Ambil contoh, proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit, alumunium dan alumina di Mempawah, Kalimantan Barat oleh MIND ID.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |