Mengenal Manajemen Slot ala Airnav Indonesia

6 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Layani lebih dari 1.200 pergerakan pesawat,  AirNav Indonesia melalui Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), mempersiapkan skenario manajemen slot bilamana terjadi kepadatan dan keselamatan penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (18/3/2026).

General Manager Kantor Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo memastikan, kesiapan penuh dalam melayani lonjakan trafik penerbangan pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Hingga hari ini, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi mencapai 1.200 penerbangan.

"Kemarin sudah tercatat 1.187 pergerakan, meningkat dibanding tahun lalu. Hari ini sebagai puncak arus mudik, proyeksinya bisa mencapai 1.200 pergerakan," ujarnya saat ditemui wartawan di JATSC, Bandara Soekarno Hatta, Rabu (18/3/2026).

​Widodo pun mengungkapkan, ada strategi Manajemen Slot dan Ground Stop, hal ini guna menghindari penumpukan pesawat (overcapacity) di wilayah udara Jakarta. Misalnya, AirNav menerapkan pengaturan slot secara strategikal dan taktikal. Salah satu langkah tegas yang disiapkan adalah sistem delay departure atau penundaan keberangkatan dari bandara asal menuju Jakarta.

"Jika kondisi sudah sangat padat, kami akan melakukan ground stop. Bandara keberangkatan kita hambat dulu untuk beberapa waktu sebelum diberangkatkan kembali demi menjaga keselamatan," ujar dia.

Meski begitu, hingga saat ini, Airnav Indonesia memastikan, pergerakan pesawat khususnya di Bandara Soekarno Hatta masih dalam kapasitasnya. 

Selain memang adanya kesiapan SDM, fasilitas navigasi berupa Communication, Navigation, and Surveillance (CNS) dilaporkan dalam kondisi mantap atau satisfaction. Hal ini didukung oleh sistem radar dan ADSB yang saling mem-backup satu sama lain untuk menjamin kelancaran komunikasi penerbangan.

Pantauan Cuaca Berkala per 30 Menit

Sementara, menanggapi potensi gangguan non-teknis, AirNav koordinasi intensif dengan BMKG. Setidaknya, perkiraan cuaca diperbarui setiap 30 menit sekali untuk memberikan panduan navigasi yang akurat kepada pilot.

 "Sejauh ini gangguan masih dalam kondisi nihil. Peralatan kelistrikan dan jaringan komunikasi juga sudah melalui testing keandalan bersama pihak ketiga dan Otoritas Bandara pada Februari lalu," katanya.

Puncak Mudik Pesawat Diprediksi 18–19 Maret, AirNav Siagakan Ribuan Personel

Sebelumnya, AirNav Indonesia memprediksi pergerakan pesawat selama musim Angkutan Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan peningkatan pergerakan pesawat bahkan sudah mulai terlihat di Bandara Soekarno-Hatta sejak 13 Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat melakukan work from home (WFH) sehingga banyak pemudik memilih berangkat lebih awal.

“Ya, jadi karena pemerintah punya kebijakan WFH sejak tanggal 13 kemarin, kami melihat bahwa pergerakan di Soekarno-Hatta sudah meningkat sejak Jumat dan Sabtu lalu. Sudah lebih dari 1.000 pergerakan. Namun secara statistik masih di bawah peak-nya sebelum COVID yang sampai 1.300,” ujar Setio dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia, Senin malam (17/3/2026).

Meski demikian, Setio menjelaskan bahwa jumlah pergerakan pesawat saat ini sudah berada di atas rata-rata harian. Hingga Senin pagi, 17 Maret 2026, jumlah pergerakan pesawat di bandara tersibuk di Indonesia itu mencapai 1.183 penerbangan.

Angka tersebut, menurut dia, masih berada dalam kapasitas operasional Bandara Soekarno-Hatta.

Belum Puncak Mudik

Setio menambahkan, pergerakan tersebut juga belum mencapai puncak arus mudik Lebaran. AirNav Indonesia memperkirakan puncak arus mudik penerbangan akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.

“Antisipasinya seperti biasa. Jadi kami sudah menyiapkan sistem, prosedur, dan personel secara penuh. AirNav sudah sangat siap untuk menghadapi Angleb,” katanya.

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC). Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |