Menhub Pastikan Penumpukan Kendaraan di Gilimanuk Sudah Terurai

8 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengeklaim antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Bali sudah mulai terurai. Kendaraan sudah masuk di area buffer zone yang disediakan.

Dudy mencatat, macet panjang menuju Pelabuhan Gulimanuk terurai sejak Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Kendaraan tertampung area yang disediakan serta layanan penyeberangan kembali berjalan lancar serta terkendali.

“Alhamdulillah, antrean kendaraan di Gilimanuk saat ini sudah terurai," kata Dudy dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Dia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah percepatan operasional yang dilakukan, antara lain optimalisasi armada penyeberangan.

"Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder yang bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan baik, termasuk dukungan masyarakat yang telah tertib mematuhi arahan petugas,” tutur Dudy.

Saat ini sebanyak 40 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dengan 30 kapal di antaranya menerapkan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) yang dipersingkat menjadi 15 menit untuk mempercepat proses bongkar muat dan menurunkan port time.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala agar kondisi yang sudah terkendali ini dapat terus dipertahankan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi dan puncak arus mudik Lebaran,” tegasnya.

Pelabuhan Ditutup Sementara

Seiring dengan perayaan Hari Raya Nyepi, Kementerian Perhubungan juga menginformasikan adanya penyesuaian operasional layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Pelabuhan Ketapang ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB dan akan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 05.00 WIB. Saat ini, Pelabuhan Ketapang terpantau lancar dan tidak ada antrean menjelang penutupan. Penjualan tiket dan aktivitas penumpang di Pelabuhan Ketapang sudah kosong.

Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan akan kembali beroperasi pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

Antrean Pelabuhan Gilimanuk

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak jelang Hari Raya Nyepi 2026, meskipun antrean kendaraan terpantau padat pada periode Angkutan Lebaran 2026.

Kepadatan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang serta Padangbai–Lembar dalam rangka libur Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

Selain tingginya volume kendaraan menuju pelabuhan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi oleh dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk. Termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya.

Ditangani Pihak ASDP

Melalui berbagai langkah percepatan layanan, antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai berangsur terurai dan terpantau padat mengalir, dengan panjang antrean sekitar 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa perseroan mengerahkan seluruh kapasitas operasional guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

"ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi. Sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan," ujar Yossi, Selasa (17/3/2026).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |