Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tersungkur pada penutupan perdagangan Selasa, (11/8/2026). Analis menuturkan, tekanan rupiah terhadap dolar AS dipicu hubungan AS dengan Iran yang memupus harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 106 poin atau 0,60% menjadi 17.861 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.755 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak lesu di level 17.824 per dolar AS dari sebelumnya 17.795 per dolar AS.

"Amerika Serikat dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini, sehingga memupus harapan kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk kembali membuka Selat Hormuz,” kata dia dikutip dari Antara.

Kedua negara itu dinyatakan melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz. Washington menyatakan, jalur perairan tersebut tetap terbuka, sementara Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone).

Selain itu, serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan.

"Kelompok Houthi mengancam akan membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran dengan cara menyerang kapal serta infrastruktur minyak di Laut Merah. Langkah ini meningkatkan kecemasan akan gangguan pasokan dan semakin mendorong kenaikan harga minyak mentah," ujar dia.

Melihat sentimen domestik, tekanan terhadap pasar sedikit tertahan seiring langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan.

"Namun, pasar juga merespon negatif setelah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menurun, dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026,” ujar Ibrahim.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |