Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Jumat, (13/3/2026). Rupiah turun 65 poin atau 0,38% menjadi 16.958 per dolar AS dari penutupan sebelumnya 16.893 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level 16.934 per dolar AS dari sebelumnya 16.899 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah dipengaruhi arahan pemimpin baru Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei, Selat Hormuz akan tetap ditutup.
"Jalur air sempit ini merupakan titik kritis yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan selat tersebut telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global," ujar dia dikutip dari Antara.
Ibrahim menuturkan, para pelaku pasar dan analis khawatir lonjakan harga minyak yang besar akan berdampak ke seluruh dunia dalam bentuk guncangan inflasi. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir kali berada di sekitar 100 dolar AS per barel.
Bank sentral seperti Federal Reserve (the Fed) dinilai mungkin terpaksa mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga jangka pendek jika inflasi meningkat.
Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menarik lebih banyak investasi asing, sehingga meningkatkan daya tarik dolar.
Melihat sentimen domestik, pasar dinyatakan terus menyoroti beban pembayaran bunga utang yang membatasi ruang manuver pemerintah untuk mendorong ekonomi melalui akselerasi belanja negara.
Estimasi berdasarkan skema defisit anggaran dikurangi keseimbangan primer, realisasi pembayaran bunga utang telah menembus Rp 99,8 triliun pada Februari 2026.
"Jumlah ini setara 27,8 persen dari total pendapatan negara sebesar Rp 358 triliun atau 28,8 persen jika dibandingkan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun pada bulan lalu," kata Ibrahim.
Risiko pembengkakan beban bunga utang semakin besar menyusul kebijakan tukar guling utang (debt switch) antara Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah serta tensi panas geopolitik global yang berpotensi mengerek tingkat imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN).
Yield SBN
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 10 Maret 2026, tingkat yield SBN tenor 10 tahun bertengger di level 6,52 persen, sementara yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun berada di posisi 4,09 persen. Secara akumulasi sejak awal tahun (year to date/YtD), yield SBN mengalami kenaikan sebesar 55 basis points (bps). Kenaikan yield SBN ini disebut berisiko meningkatkan beban pembayaran bunga utang di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (ABPN).
Meski demikian, pemerintah masih optimistis dengan mengelola utang, baik dari sisi portofolio maupun penerbitan tahunan (annual issuance), dengan sangat hati-hati untuk memastikan risiko tetap terjaga, termasuk dari sisi pengelolaan rasio pembayaran bunga utang (interest ratio) dan Debt Service Ratio (DSR).
"Contoh konkret, penerimaan pajak yang mampu tumbuh hingga 30,4 persen pada Februari 2026 akan berdampak langsung pada perbaikan rasio pembayaran bunga utang maupun Debt Service Ratio (DSR)," ujar dia.
Kurs Rupiah Merosot Lagi Hari Ini 13 Maret 2026, Nyaris Tembus 17.000 per USD
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat 13 Maret 2025. Kurs rupiah melemah 30 poin atau 0,18 persen menjadi 16.923 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat 16.893 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian berakhirnya perang Iran melawan AS-Israel.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh global meningkatnya ketidakpastian berakhirnya perang Iran melawan AS-Israel yang mengakibatkan pelaku pasar menghindari aset berisiko (risk off) seperti rupiah yang menyebabkan index dollar meningkat,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).
Mengutip Sputnik, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ari Larijani pada Kamis (12/3) mengatakan bahwa negara Republik Islam itu akan membuat Presiden AS Donald Trump membayar atas agresi terhadap Iran.
Dia menyindir Presiden AS Donald Trump dengan menyatakan perang tak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan, dan memastikan akan membuat keputusan menyerang Iran sebagai kesalahan perhitungan yang serius.
Trump mengatakan pada Rabu (11/3) bahwa Iran "hampir berada di ujung jalan." Dia juga mengancam akan menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam, tetapi berharap langkah tersebut tidak perlu dilakukan.
“Sementara dari domestik, (sentimen) terkait kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit anggaran dampak dari kenaikan subsidi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dan disiplin fiskal pemerintah,” ungkap Rully.
Defisit APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 mencatatkan defisit 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp135,7 triliun per akhir Februari 2026.
APBN 2026 diproyeksikan mengalami defisit Rp698,15 triliun, atau setara 2,68 persen terhadap PDB.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115942/original/061966300_1738333623-IMG-20250131-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530377/original/058575900_1773414287-1000260709.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386212/original/089539400_1760960005-Presiden_Prabowo_Subianto_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530349/original/061986200_1773409797-Menteri_Perdagangan__Budi_Santoso-13_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530327/original/024203400_1773407894-PHOTO-2026-03-13-19-19-07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4996398/original/008749700_1731082958-000_36LU3ZX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526648/original/089604400_1773129319-1000257153.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500485/original/038436600_1770867612-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530299/original/003480700_1773401504-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530178/original/076342100_1773393478-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465994/original/086529100_1767786208-IMG-20260107-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529786/original/013800300_1773381498-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-13_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529767/original/016363900_1773380532-sandi_1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397118/original/065642100_1681623607-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524933/original/026240600_1773025485-Chief_Executive_Officer__CEO__Rosan_Perkasa_Roeslani-9_Maret_2026.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3648590/original/013335800_1638268938-20211130-Listrik-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251040/original/029055300_1749781714-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_08.54.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426349/original/015413400_1764302595-Tumbler_Tuku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5295262/original/098760000_1753431699-Gemini_Generated_Image_mluj6mluj6mluj6m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408219/original/084871800_1762766172-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1013558/original/005420700_1444269375-rupiah230715.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426784/original/044200700_1764317615-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)