Upaya Pertamina Patra Niaga Pulihkan Lahan Bekas Tambang dan Perkuat Ekonomi Masyarakat di Palembang

21 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II berupaya memulihkan kondisi sosial dan lingkungan di Kelurahan Talang Jambe dan Talang Betutu, Palembang. Sejak tahun 1970-an, kawasan tersebut menjadi lokasi pengambilan tanah liat yang menyisakan sekitar 105 hektare lahan bekas galian.

Kondisi ini memicu penumpukan sampah, banjir, hingga potensi longsor yang berdampak pada keamanan ruang hidup masyarakat. Melalui pendekatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendorong transformasi kawasan tersebut menjadi ruang yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program ini dirancang dengan empat fokus utama yang diwujudkan melalui subprogram Permata, Pesona, Perkasa, dan Pelangi. Inisiatif ini sekaligus menjadi program dalam penilaian Proper Emas Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mencapai kinerja lingkungan dan sosial yang unggul serta berkelanjutan.

Melalui program Permata, sebanyak 0,42 hektare lahan bekas galian dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan Keramba Jaring Apung bertenaga surya. Dampaknya, pendapatan pengrajin batu bata meningkat 25% dan pendapatan Kelompok Wanita Tani naik hingga 133%.

Program Pesona berfokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik, dengan capaian 85% sampah rumah tangga terkelola atau sekitar 3.600 kg per bulan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan yang dikelola kelompok UMKM setempat.

Rusli, anggota Kelompok UMKM Pasta menyampaikan bahwa inisiatif tersebut memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga.

“Pengolahan minyak jelantah dan ampas menjadi pakan ikan merupakan salah satu solusi untuk menekan dampak lingkungan akibat sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusli.

Sebagai penguatan ekosistem ekonomi sirkular, inisiatif pengumpulan minyak jelantah tidak hanya dilakukan di Palembang. Aviation Fuel Terminal (AFT) Boyolali juga menjalankan program pengumpulan minyak jelantah sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |