Alasan Dolar Singapura Perkasa Sepanjang 2026

2 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Dolar Singapura merupakan salah satu mata uang yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2026. Selain dolar AS, dolar Singapura juga menguat terhadap rupiah. Pengamat menilai, salah satu faktor yang mendorong dolar Singapura perkasa terhadap mata uang lain yakni fundamental ekonomi yang positif.

Mengutip investing.com, dolar Singapura ditutup melemah tipis 0,12% terhadap dolar AS di 0,7826 pada Jumat, 29 Mei 2026. Namun, selama enam bulan terakhir, dolar Singapura menguat 1,44% terhadap dolar AS dan satu tahun terakhir, dolar Singapura naik 0,73% terhadap dolar AS.

Sempat berada di posisi 14.000 pada Jumat pekan ini, dolar Singapura terhadap rupiah bergerak di kisaran 13.925-14.017 secara harian.

Selama enam bulan terakhir, dolar Singapura menguat 8,78% dan satu tahun terakhir naik 10,48% terhadap rupiah.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi, dolar Singapura masih berpeluang perkasa terhadap rupiah di kisaran 15.000-16.000.

Sedangkan dolar Singapura menguat terhadap dolar AS, menurut Ibrahim didorong kebijakan moneter Bank Sentral Singapura yang menerapkan kebijakan nilai tukar yang terarah dan membiarkan dolar Singapura menguat.

"Pada saat gonjang ganjing geopolitik di Timur Tengah dengan penutupan Selat Hormuz, Bank Sentral Singapura menerapkan kebijakan nilai tukar yang terarah. Membuat kebijakan nilai tukar yang terarah yang fokus terhadap stabilitas untuk menahan inflasi impor. Ini luar biasa, pemerintahan Singapura sudah siap-siap terjadi akibat geopolitik di Timur Tengah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, Ibrahim menilai, Singapura merupakan salah satu negara transit untuk ekspor dan impor sehingga aktif pemakaian dolar Singapura.

Ibrahim menambahkan, Singapura menjadi salah satu negara di Asia yang mencatat fundamental ekonomi cukup bagus dan menarik kepercayaan investor asing. Hal itu mendorong investor asing untuk menanamkan dana di Singapura.

"Politik di Singapura relatif stabil, sistem hukum cukup transparan. Banyak negara lain buka perusahaan di Singapura. Singapura juga menjadi pusat keuangan di Asia,” kata Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, dolar Singapura yang juga menyandang status safe haven selain dolar AS, Franc Swiss dan Yen. Hal ini juga menjadi daya tarik dolar Singapura. Ia menuturkan, saat dolar AS dan dolar Singapura menguat mendorong investor untuk mengalihkan dana ke mata uang tersebut . "Dolar Singapura termasuk safe haven kedua terbaik setelah dolar AS,” ujar dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |