BI Catat Uang Primer Rp 2.214,6 Triliun, Likuiditas Tetap Terjaga

13 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang primer atau M0 Adjusted pada Mei 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Posisinya tercatat mencapai Rp 2.214,6 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan pertumbuhan 14,3 persen pada April 2026.

Secara sederhana, uang primer merupakan uang kartal yang diedarkan, baik yang berada di masyarakat maupun di perbankan, serta simpanan giro bank umum di Bank Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa perkembangan uang primer ini mencerminkan kondisi likuiditas yang masih terjaga di dalam sistem keuangan nasional.

Pertumbuhan uang primer ditopang oleh meningkatnya giro bank umum di Bank Indonesia adjusted yang tumbuh 17,4 persen secara tahunan. Selain itu, uang kartal yang beredar juga meningkat 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bank Indonesia menjelaskan, perhitungan uang primer yang digunakan merupakan M0 Adjusted, yaitu indikator yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas kepada perbankan.

Data BI menunjukkan posisi M0 Adjusted pada April 2026 mencapai Rp 2.232,2 triliun sebelum sedikit turun menjadi Rp 2.214,6 triliun pada Mei 2026. Meski demikian, secara tahunan pertumbuhannya tetap berada di level dua digit.

Kondisi ini menunjukkan dukungan likuiditas yang masih memadai bagi aktivitas ekonomi dan intermediasi perbankan di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pertumbuhan uang primer yang dilaporkan telah memperhitungkan dampak kebijakan insentif likuiditas yang diberikan kepada industri perbankan.

M0 Adjusted merupakan indikator yang digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan likuiditas di perekonomian. Sejak Januari 2025, BI melakukan penyesuaian metode perhitungan indikator tersebut guna meningkatkan pemahaman terhadap pengaruh kebijakan likuiditas yang diterapkan bank sentral.

Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), komponen uang kartal yang diedarkan mencapai Rp 1.301,1 triliun pada April 2026, sementara giro bank umum di Bank Indonesia adjusted tercatat sebesar Rp 887,5 triliun. Kedua komponen tersebut menjadi kontributor utama pembentukan uang primer nasional.

Ke depan, perkembangan uang primer akan terus menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar untuk melihat kondisi likuiditas perbankan dan efektivitas transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas sistem keuangan serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |