Cerita Gen Z Mau Jadi Jutawan, Lirik Investasi Sejak Remaja

16 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Minat investasi di kalangan anak muda, khususnya generasi Z (Gen Z) disebut mulai meningkat. Salah satu Gen Z di Australia bahkan berambisi untuk menjadi jutawan di usia 30 tahun.

Michelle Huynh, jadi satu Gen Z yang melek investasi sejak remaja. Dia memulai investasinya di pasar saham sejak berumur 18 tahun. Delapan tahun setelahnya, pada usia 26 tahun, di punya portofolio investasi AU$ 240.000 atau setara Rp 2,99 miliar (asumsi kurs Rp 12.500 per dolar Australia).

“Yang menjadi jelas bagi saya adalah bahwa investasi bukan lagi sesuatu yang sekadar bagus untuk dimiliki. Mungkin 30 tahun lalu, saat orang tua saya seusia saya, itu benar. Tetapi sekarang bukan lagi sesuatu yang bisa kita tunda begitu saja,” kata Huynh, mengutip Yahoo Finance, Senin (22/6/2026).

Perempuan yang bermimpi jadi jutawan di usia 30 tahun ini merasa sudah dalam jalur yang tepat. Orangtua yang merupakan imigran dari Vietnam jadi rujukan Huynh dalam mengelola keuangan dan investasinya.

Dua tahun lalu, Huynh membeli rumah pertamanya berupa properti investasi di Perth senilai AU$ 580.000 atau Rp 7,24 miliar. Ia membayar uang muka sebesar 15 persen, sementara orangtuanya menjadi penjamin untuk 5 persen sisanya sehingga ia dapat menghindari biaya asuransi kredit pemilikan rumah (lenders mortgage insurance).

Ia memilih jalur sebagai investor dan masih tinggal bersama orangtuanya. Ia tidak terlalu berfokus untuk memiliki rumah yang ia tinggali saat ini, terutama mengingat tingginya harga properti di Sydney. 

"Sejujurnya, saya tidak melihat cara untuk masuk ke pasar properti Sydney dengan gaji dan tabungan saya saat ini. Jadi jika saya tidak ingin menutup peluang membeli rumah untuk saya tinggali di masa depan, cara terbaik adalah mempersiapkan kondisi keuangan saya dari sekarang,” katanya.

Nilai properti investasi Huynh sendiri telah meningkat dan terakhir diperkirakan bernilai AU$ 780.000 atau Rp 9,74 miliar. Ia terus menginvestasikan sekitar 60 persen dari pendapatannya ke saham, dengan sebagian besar portofolionya ditempatkan pada ETF (Exchange-Traded Funds).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |