Chatib Basri: Pelemahan Rupiah Dapat Picu Kenaikan Harga

2 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri menuturkan, potensi risiko kenaikan harga barang dapat terjadi imbas pelemahan rupiah. Hal ini disampaikan Chatib Basri saat memberikan laporan kondisi ekonomi terkini kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyampaikan salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah,” ujar dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia mengatakan, kenaikan harga karena pelemahan rupiah dapat berdampak ke masyarakat menengah bawah. “Karena ini tentu akan berdampak kepada menengah bawah dan apa yang harus dilakukan termasuk juga menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah,” kata dia.

Ia menilai, langkah yang dilakukan terkait efisiensi anggaran, salah satunya berkaitan dengan program makan bergizi gratis. “Salah  satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu di antaranya dalam kaitan dengan MBG,” kata mantan menteri keuangan ini.

Penutupan Rupiah

Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali menguat pada Selasa 9 Juni 2026 sore. Berdasarkan data Google Finance, yang dipantau pukul 17.14 WIB, dolar AS melemah terhadap rupiah dan sempat berada di posisi 17.983.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa sore, nilai tukar (kurs) rupiah menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah diiringi keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan, BI-Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,50 persen pada hari ini.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |