Dapat Rating Baa2 dari Moody's, Manajemen Danantara Buka Suara

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pemeringkat global, Moody's Ratings menyematkan peringkat Baa2 bagi Danantara Investment Management (DIM). Manajemen menanggapi peringkat ini sejalan dengan negara berkembang.

"Kami menerima penetapan peringkat penerbit Baa2 oleh Moody’s, yang menempatkan Danantara Investment Management (DIM) dalam kategori investment grade dan sejalan dengan peringkat sovereign negara Indonesia, yaitu Baa2," ungkap Tim Komunikasi Danantara dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Jumat (5/6/2026).

Peringkat Baa2 yang disematkan ke DIM itu dinilai menjadi tonggak penting dalam perkembangan dan menegaskan kekuatan fondasi institusi seiring dengan langkah berkelanjutan untuk berinteraksi dengan pasar keuangan global.

"Peringkat dan outlook DIM mencerminkan dan selaras dengan peringkat dan outlook kedaulatan Indonesia, yang merupakan hal lazim bagi entitas yang memiliki keterkaitan dengan suatu negara," tulis manajemen.

Peringkat yang diberikan Moody's dipandang mampu memperkuat strategi, tata kelola, dan posisi jangka panjang Danantara.

"Pengakuan ini semakin memperkuat keyakinan terhadap strategi, tata kelola, dan posisi jangka panjang kami seiring dengan upaya memperluas akses terhadap pendanaan internasional serta mendukung prioritas ekonomi Indonesia," tutup manajemen.

Rating DIM

Sebelumnya, Lembaga pemeringkat Moody’s Ratings (Moody’s) telah memberikan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM), entitas pengelola investasi di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Selain itu, lembaga pemeringkat internasional ini memberikan prospek atau outlook negatif kepada DIM. Adapun peringkat Baa2 dalam Moody's masih masuk kategori investasi.

"Kami telah memberikan peringkat sementara (P) Baa2 untuk program obligasi jangka menengah global atau medium term notes (MTN) tanpa jaminan senior yang didirikan oleh DIM. Obligasi dalam program ini diterbitkan oleh DIM sendiri atau oleh DIM dan anak perusahaan. Kami juga telah memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi tanpa jaminan senior yang diusulkan yang diterbitkan oleh DIM,” demikian mengutip dari laman Moody’s, Rabu (3/6/2026).

Analis Senior Moody’s, Rachel Chua menuturkan, peringkat Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif selaras dengan peringkat kedaulatan Pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), didukung oleh keterkaitan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikannya dalam kerangka institusional Danantara dan harapan Moody’s akan dukungan luar biasa dari pemerintah yang diberikan secara tepat waktu.

Peringkat Moody’s

Moody’s menyebutkan, peringkat Baa2 DIM selaras dengan peringkat pemerintah Indonesia yang mencerminkan keterkaitan yang kuat antara DIM dan pemerintah. Keterkaitan ini mencakup struktur kepemilikan DIM, perannya dalam BPI Danantara, serta harapan akan dukungan luar biasa dari pemerintah secara tepat waktu.

“Kami mengklasifikasikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) atau entitas yang memiliki keterkaitan pemerintah dengan penerapan pendekatan top-down. Tidak memberikan Baseline Credit Assessment (BCA) karena mencerminkan tahap perkembangan DIM yang masih awal, rekam jejak yang terbatas, dan tidak ada operasi mandiri yang berarti,” demikian seperti dikutip.

Seiring hal itu, Moody’s menilai, peringkat ini terutama didorong oleh keterkaitan dengan pemerintah daripada kekuatan kredit mandiri.

Landasan Hukum DIM

Pemberian peringkat juga didukung oleh landasan hukum DIM dan keterkaitan kepemilikan yang berkelanjutan. DIM didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara yang juga menetapkan BPI Danantara sebagai entitas induk yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengoptimalkan aset dan investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Moody’s menyebutkan, DIM sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara dan kerangka hukum mensyaratkan setiap divestasi harus dilakukan melalui amandemen legislatif, memperkuat keberlangsungan hubungan kepemilikan.

"Kami juga mempertimbangkan tingkat pengawasan pemerintah dan integrasi tata kelola tinggi, yang mendukung kemungkinan besar dukungan luar biasa tepat waktu. Integrasi tata kelola semakin diperkuat oleh tumpang tindih dalam manajemen senior dan perwakilan dewan antara BPI Danantara dan DIM, mendukung penyelerasan strategi dan pelaksanaan investasi,” demikian seperti dikutip.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |