Defisit APBN Rp 180,4 Triliun pada Mei 2026

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, di tengah kondisi tersebut, keseimbangan primer APBN masih mencatat surplus sebesar Rp 58,6 triliun. Purbaya menilai, capaian ini mencerminkan kondisi fiskal yang semakin berkelanjutan.

"Realisasi APBN sampai Mei 2026 terus menunjukkan positif," kata Purbaya, dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Purbaya juga menegaskan, posisi tersebut masih jauh di bawah target defisit APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68% terhadap PDB.

Purbaya menambahkan, defisit APBN tetap dapat terjaga seiring dengan pengendalian penerimaan pajak dan bea cukai. Hingga Mei 2026, realisasi pendapatan negara telah mencapai 37,6% dari target APBN sebesar Rp 3.153 triliun.

Pendapatan negara hingga Mei 2026 mencapai Rp 1.185 triliun, tumbuh 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, nilai tersebut masih berada di bawah realisasi belanja negara pada periode yang sama.

Kontributor terbesar pendapatan negara berasal dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 958,2 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 834,4 triliun dan penerimaan kepabeanan serta cukai senilai Rp 123,8 triliun.

Di luar sektor perpajakan, pemerintah membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 226,4 triliun. Sementara itu, penerimaan yang berasal dari hibah tercatat sebesar Rp 0,4 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4% dibandingkan Mei 2025. Nilai tersebut setara dengan 35,5% dari target belanja negara tahun ini sebesar Rp 3.842 triliun.

Dengan perkembangan tersebut, realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp 379,4 triliun hingga Mei 2026, meningkat 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 326,5 triliun.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |