Di Hadapan Mahasiswa, Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

9 hours ago 12

Berita ini membuatmu penasaran?

Apa strategi utama Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional?Mengapa ketahanan energi nasional menjadi perhatian serius bagi Indonesia?Bagaimana Pertamina berencana meningkatkan produksi migas nasional?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina memaparkan strategi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang terus berkembang. Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, peningkatan produksi migas, pengurangan impor energi, hingga percepatan pengembangan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

Paparan tersebut disampaikan Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, dalam sesi Students Meet The Global Executives pada ajang IPA Convex 2026 yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Dalam forum yang dihadiri puluhan mahasiswa itu, Emma menyoroti tantangan besar yang sedang dihadapi Indonesia di sektor energi, terutama karena posisi Indonesia saat ini sebagai negara net importir energi. Menurut dia, situasi tersebut menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

“Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam 4–5 tahun ke depan sesuai mandat Presiden,” ujar Emma.

Emma menjelaskan, strategi utama Pertamina dalam beberapa tahun ke depan adalah memaksimalkan potensi energi domestik lewat peningkatan produksi dan lifting migas nasional. Langkah itu ditempuh melalui penerapan teknologi, penguatan kemitraan strategis, hingga mendorong dukungan fiskal dari pemerintah untuk menarik lebih banyak investor dalam mempercepat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas.

“Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek, kelayakan proyek, dan meyakinkan Pemerintah untuk menyediakan semacam skema dan insentif fiskal yang baik bagi proyek guna mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.

Lebih jauh, Emma mengungkapkan bahwa Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama dalam strategi bisnisnya. Pilar pertama adalah mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis energi fosil, sementara pilar kedua adalah mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon. Meski demikian, sebagian besar investasi perusahaan saat ini masih diarahkan ke sektor hulu migas sebagai langkah menjaga produksi nasional.

Di sektor hilir, Pertamina juga terus menjalankan sejumlah strategi untuk menekan ketergantungan terhadap impor produk olahan. Salah satunya dengan mendukung program mandatori biodiesel nasional. Setelah implementasi B40, pemerintah kini juga tengah mendorong pengembangan ke arah B50 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Tak hanya itu, Pertamina juga melakukan revamping kilang untuk meningkatkan kapasitas produksi energi yang lebih ramah lingkungan. Upaya tersebut termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis used cooking oil atau minyak jelantah melalui skema co-processing di kilang dan rencana pembangunan biorefinery baru.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kehadiran direksi Pertamina dalam sesi bersama mahasiswa menjadi bukti bahwa mahasiswa dipandang sebagai salah satu pemangku kepentingan penting bagi perusahaan.

“Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus dimasa depan, namun mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan informasi dan pemahaman yang mereka miliki, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa,” jelas Baron.

Baron menambahkan, Pertamina juga telah menjalankan sejumlah program pengenalan bisnis migas kepada mahasiswa, seperti Pertamina Goes To Campus (PGTC), Beasiswa Sobat Bumi, hingga PF Muda. Setiap tahun, Pertamina juga aktif melakukan edukasi tentang proses bisnis perusahaan melalui kunjungan ke berbagai kampus di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan gerakan sosial berkelanjutan.

“Dengan kondisi geopolitik saat ini, yang juga terasa pengaruhnya ke Indonesia, Pertamina mengajak mahasiswa menjadi aktor penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa. Melalui berbagai program bagi mahasiswa, Pertamina berharap generasi muda tidak hanya memahami, namun juga melakukan aksi nyata salah satunya melalui bijak menggunakan energi,” tutup Baron.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |