Dolar AS Sentuh Rp 18.000 Hari Ini

17 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pagi, (4/6/2026). Analis prediksi, dolar AS akan bergerak di kisaran Rp 17.960-18.030.

Berdasarkan data google finance, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sudah menyentuh level 18.000. Dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 18.010. Saat ini, dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 18.001. Dolar AS naik sekitar 0,76% terhadap rupiah.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, rupiah melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi 17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore.

Sebelumnya, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah yang mendekati 18.000 per dolar AS itu dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.

Dari eksternal, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan, sementara Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.

"Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran," kata Ibrahim dikutip dari Antara.

Dia menuturkan, laporan media Iran yang menyebut tidak adanya komunikasi antara Teheran dan Washington dalam beberapa hari terakhir memunculkan spekulasi perundingan mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi global dan mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS alias The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Data yang dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026 menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS meningkat secara tak terduga pada April 2026.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan tetap bersikap ketat dalam kebijakan moneternya.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi AS, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP, indeks sektor jasa ISM, dan data pesanan pabrik yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan The Fed menjelang rilis data nonfarm payrolls pada Jumat,5 Juni 2026.

Sementara, dari dalam negeri, Ibrahim memandang sentimen terhadap mata uang garuda memburuk setelah inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif pada kisaran 17.960-18.030 per dolar AS.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |