Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026

14 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital LinkUMKM. Hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM tercatat telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan usaha, serta mendorong percepatan UMKM naik kelas.

Tidak hanya menjadi wadah pendampingan, LinkUMKM juga berkembang sebagai pusat pelatihan digital yang mendukung peningkatan daya saing UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, platform tersebut menghadirkan enam fitur utama beserta berbagai fasilitas pendukung, meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa LinkUMKM hadir untuk menjawab kebutuhan para pelaku usaha dalam memperoleh akses informasi pasar sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk membangun ekonomi mandiri dan memperkuat sektor UMKM nasional.

“Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya. LinkUMKM juga dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, LinkUMKM sendiri telah dilengkapi berbagai fitur yang terintegrasi guna mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha. Lewat platform ini, UMKM dapat mengikuti pelatihan secara daring dengan materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan usaha.

UMKM Smart Jadi Fitur Unggulan untuk Pemetaan Potensi Bisnis

Salah satu fitur andalan yang tersedia di LinkUMKM adalah UMKM Smart. Fitur ini memberikan rekomendasi pengembangan usaha yang lebih terarah berdasarkan hasil penilaian mandiri yang dilakukan oleh pelaku usaha. Selain itu, terdapat fitur Self-Assessment Naik Kelas yang memungkinkan UMKM mengukur kapasitas bisnisnya melalui sistem penilaian digital. Nantinya, pengguna akan memperoleh rekomendasi pelatihan yang disesuaikan dengan kategori usaha, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, LinkUMKM juga menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup pengembangan kompetensi teknis maupun nonteknis. Materi tersebut disiapkan untuk membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.

“Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya,” ujar Akhmad.

BRI Perluas Akses Pembelajaran dan Pendampingan

Ke depan, BRI akan terus memperluas dukungan bagi pelaku UMKM melalui penyediaan akses pembelajaran, pendampingan, hingga akses pasar yang terhubung dalam satu ekosistem. Melalui penguatan ekosistem digital dan program pemberdayaan yang terintegrasi, BRI berkomitmen mendorong UMKM agar semakin adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. Informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan UMKM terpadu BRI dapat diakses melalui LinkUMKM BRI.

Keberadaan LinkUMKM BRI telah memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya yang dirasakan oleh pelaku usaha asal Jakarta Timur, Shinta Paramarti dengan produk usahanya KainIndonesia.co yang menjadikan kain tradisional sebagai fondasi utama produknya.

Rasakan Manfaat LinkUMKM untuk Pengembangan Usaha

Seiring berkembangnya usaha, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga ekspor. Melalui LinkUMKM, KainIndonesia.co memperoleh akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.

Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang,” tegasnya.

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |