Ekspor Beras ke Malaysia, Bapanas Pastikan Sertifikasi Mutu Rampung

15 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Rencana ekspor 200 ribu ton beras Indonesia ke Malaysia terus menunjukkan perkembangan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan seluruh proses pendampingan terkait sertifikasi mutu dan penerbitan Health Certificate (HC) telah dilakukan guna memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan negara tujuan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan beras Indonesia yang akan diekspor memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan pangan internasional.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pihaknya memiliki peran dalam melakukan sertifikasi mutu beras yang akan dikirim ke luar negeri.

"Oh iya (ada pendampingan). Kalau terkait dengan mutu pangan, itu kita melakukan sertifikasi. Bukan hanya HC, tapi premium maupun medium. Jadi mutu beras, terkait dengan mutu beras," kata Andriko dikutip dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Menurut Andriko, proses sertifikasi tidak hanya mencakup penerbitan Health Certificate, tetapi juga penilaian kualitas beras berdasarkan kategori premium maupun medium sesuai standar yang berlaku.

Health Certificate sendiri merupakan dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor sebagai bukti bahwa produk pangan yang dikirim telah memenuhi ketentuan keamanan pangan negara tujuan.

"Kalau HC, itu Health Certificate terkait dengan untuk ekspor. Kita lakukan oleh Badan Pangan Nasional," ujarnya.

Pengujian Sampel Beras dan Health Certificate Sudah Selesai

Sebagai otoritas kompeten di bidang keamanan pangan, Bapanas bersama instansi terkait di tingkat pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh persyaratan ekspor dapat dipenuhi.

Persyaratan tersebut meliputi pengujian mutu, kualitas produk, hingga penerbitan dokumen pendukung yang disesuaikan dengan regulasi negara tujuan ekspor.

Andriko memastikan proses pengambilan sampel dan pengujian beras yang akan diekspor ke Malaysia telah selesai dilakukan. Begitu pula dengan penerbitan Health Certificate yang menjadi salah satu syarat utama dalam perdagangan pangan antarnegara.

"Terkait dengan sampelnya sudah selesai. Jadi kita dari otoritas kompeten keamanan pangan, pusat dan daerah itu berkewajiban untuk melengkapi bahan-bahan yang mau diekspor itu menurut standar negara tujuan," jelasnya.

"Nah itu salah satunya adalah kualitas, mutu, premium, medium. Terus yang kedua adalah Health Certificate sudah kita lakukan," tambah Andriko.

Dengan rampungnya tahapan tersebut, ekspor beras ke Malaysia kini tinggal menunggu penyelesaian sejumlah aspek bisnis, termasuk kesepakatan harga dan volume pengiriman.

Bulog Masih Negosiasi Harga Ekspor Beras ke Malaysia

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan rencana ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia saat ini masih berada dalam tahap negosiasi harga.

Menurut Rizal, Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian berencana melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, dalam waktu dekat untuk membahas detail kerja sama ekspor tersebut.

"Rencana habis Idul Adha ini dalam waktu dekat kami akan ke Sarawak insya Allah dengan tim dari Kementerian Pertanian untuk sekaligus memastikan berapa jumlahnya dan berapa harga fix-nya, harga kepastiannya berapa," kata Rizal.

Ia menegaskan harga ekspor beras Indonesia akan ditetapkan di atas harga eceran tertinggi (HET) domestik. Langkah tersebut dilakukan agar ekspor dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penetapan harga itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor beras Indonesia memberikan keuntungan yang optimal bagi petani dan negara.

"Insya Allah seperti itu ya (harga ekspor beras di atas Rp 16.000 per kg)," ujar Rizal.

Sebagai informasi, HET beras premium saat ini berada pada kisaran Rp 14.900 hingga Rp 15.800 per kilogram, tergantung wilayah penjualan. Dengan harga ekspor yang lebih tinggi, pemerintah berharap surplus produksi beras nasional dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi sektor pertanian Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |