Liputan6.com, Jakarta - Penurunan harga emas belakangan ini semakin terlihat sebagai akibat dari pengelolaan likuiditas darurat oleh sejumlah negara, bukan karena melemahnya fundamental logam mulia tersebut.
Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan ekonomi global berpotensi memaksa bank sentral kembali menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar (dovish), yang dapat menjadi pendorong fase berikutnya dari pasar bullish jangka panjang emas.
Mengutip laman Kitco.com, Selasa (26/5/2026) dalam analisis terbaru Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes, menilai bahwa gejolak yang dipicu perang Iran membuat emas diperdagangkan layaknya aset yang terkena tekanan likuiditas sementara dari dunia nyata, bukan aset yang kehilangan momentum.
“Gelombang kepanikan yang melanda pasar emas setelah guncangan di Selat Hormuz sebenarnya bukan karena investor tiba-tiba kehilangan kepercayaan terhadap emas. Penyebab utamanya adalah likuiditas,” ujar Innes.
Menurutnya, lonjakan harga minyak, terganggunya jalur pelayaran, serta meningkatnya ekspektasi inflasi membuat banyak bank sentral di negara pengimpor energi harus berebut likuiditas dolar AS demi menjaga stabilitas ekonomi domestik.
“Dalam kondisi seperti ini, bahkan aset cadangan yang dianggap sakral pun bisa terpaksa dijual,” katanya.
Penjualan Emas Negara Bukan Tanda Bearish
Innes menilai pasar keliru menafsirkan penjualan emas oleh bank sentral sebagai sinyal berakhirnya tren bullish emas. Pasar menganggap penjualan oleh negara-negara tersebut sebagai kematian perdagangan emas. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.
Ia menegaskan bahwa penjualan paksa berbeda dengan penjualan yang didasari perubahan pandangan terhadap emas. Langkah tersebut lebih merupakan tindakan darurat untuk mengelola cadangan saat terjadi krisis energi.
Menurut Innes, fokus pasar yang berlebihan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi yang biasanya menekan aset tanpa imbal hasil seperti emasmembuat investor mengabaikan gambaran makroekonomi yang lebih besar.
“Benar bahwa suku bunga nominal melonjak seiring kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi. Benar pula bahwa emas sempat tertekan akibat kenaikan imbal hasil riil dan gelombang likuidasi oleh negara. Namun itulah pola yang lazim terjadi pada tahap awal sebuah krisis,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa siklus krisis biasanya terdiri dari tiga tahap: pertama kepanikan inflasi, kedua kerusakan pertumbuhan ekonomi, dan ketiga saat bank sentral mulai kembali melonggarkan kebijakan karena mesin ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan serius.
“Secara historis, emas justru berkinerja terbaik bukan saat ketakutan inflasi pertama kali muncul, melainkan ketika pembuat kebijakan menyadari bahwa mereka tidak bisa memulihkan kondisi ekonomi tanpa mengorbankan pertumbuhan, kredit, dan lapangan kerja,” kata Innes.
Pelonggaran Kebijakan Berpotensi Menjadi Pendorong Baru Emas
Innes menilai transisi menuju fase tersebut mulai terlihat. Jika harga minyak stabil atau menurun seiring meredanya ketegangan geopolitik dan normalisasi jalur pelayaran, tekanan inflasi akan berangsur surut.
Namun, dampak ekonomi dari lonjakan harga energi tidak akan hilang secepat itu. Konsumen masih terbebani, margin keuntungan sektor manufaktur tetap tertekan, dan kondisi likuiditas masih ketat meskipun data inflasi mulai membaik.
“Pasar obligasi kemungkinan akan mulai memperhitungkan perlambatan pertumbuhan dan potensi pelonggaran kebijakan moneter, bahkan ketika ekonomi global masih berjuang pulih dari dampak krisis,” jelasnya.
Menurut Innes, kurva imbal hasil yang sebelumnya menjadi faktor penekan harga emas dapat berubah menjadi pendorong utama jika pelaku pasar mulai memposisikan diri menghadapi kebijakan moneter yang lebih longgar menuju 2027.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6056704/original/062821800_1778945524-LPG_3_kg-16_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7031809/original/057648900_1779806408-Beasiswa_pendidikan_bagi_anak_korban_bencana_Sumatera-26_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509317/original/022094500_1771679285-CIO_Danatara_Pandu_Sjahrir_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3528262/original/070069900_1627890127-Mukesh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7028049/original/071419300_1779802522-092338e9-5ca1-4202-a58f-a7e8f437bd3b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1745869/original/075005800_1508495004-20171020-Rupiah-Menguat-Tipis-atas-Dolar-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7013733/original/010133700_1779786337-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4142628/original/009530000_1661967410-shutterstock_548313280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562229/original/091196100_1776820661-Chief_Investment_Officer__CIO__Pandu_Sjahrir-22_April_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7009830/original/025611000_1779781913-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7007071/original/006644500_1779778716-1000329744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6492984/original/056960200_1779350567-bps-catat-kinerja-ekspor-oktober-2015-usd-1208-m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3545721/original/010981800_1629425276-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2776796/original/079090100_1555055276-FOTO_0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6408420/original/092112000_1779280892-sepekan-jelang-lebaran-harga-emas-naik-tipis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6996505/original/066279900_1779766535-Surat_Berharga_Negara.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5254213/original/026298400_1750079066-lonely-accident-patients-injury-woman-bed-patients-hospital-want-go-home-medical-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495045/original/053747100_1770352755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4925957/original/089453700_1724395576-IMG-20240823-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805385/original/026453700_1713432947-car-bodies-are-assembly-line-factory-production-cars-modern-automotive-industry-top-view.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500365/original/026266700_1770862471-Kemenhub_akan_membatasi_operasional_truk_besar_selama_angkutan_Lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490355/original/083815500_1770008905-Screenshot_2026-02-02_at_12.04.13.png)